Bengkalis, InfoPublik – Inovasi pemanfaatan biji karet menjadi produk pangan mengantarkan Dewi Melinda, warga Desa Berancah, Kabupaten Bengkalis, Riau, ke babak 10 besar DPD RI Award 2026.
Dewi yang juga merupakan guru IPS di SMP N 1 Bantan itu berkompetisi dalam kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan bidang ketahanan pangan. Ia mengusung inovasi bertajuk “Inovasi Pangan Biji Getah” yang memanfaatkan biji karet (Hevea brasiliensis) sebagai bahan produk pangan bernilai ekonomi.
Ajang yang digelar Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) tersebut diikuti 1.112 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk menjaring inovasi yang dinilai memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat.
Dewi kini akan mengikuti tahap presentasi dan wawancara bersama dewan juri independen DPD RI. Tahap tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan peserta yang berhak melaju ke tiga besar.
Inovasi biji getah yang dibawa Dewi tidak hanya berfokus pada pengembangan produk pangan, tetapi juga pada pemanfaatan potensi lokal. Biji karet yang selama ini belum banyak dimanfaatkan diolah menjadi produk baru yang diharapkan memiliki nilai tambah ekonomi.
Ia diketahui memiliki pengalaman dalam riset pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat. Sejumlah penghargaan di tingkat nasional dan internasional juga pernah diraihnya.
Setelah seluruh proses presentasi dan wawancara selesai, Sekretariat Jenderal DPD RI akan menggelar malam penganugerahan untuk menentukan para pemenang.
Lolosnya inovasi dari Bengkalis ke 10 besar menjadi peluang bagi daerah tersebut untuk memperkenalkan potensi pangan lokal dan inovasi berbasis pemanfaatan sumber daya setempat di tingkat nasional.(#DISKOMINFOTIK/Eyv)