Kandang Belajar Lumajang Dorong Peternak Lebih Mandiri
Kominfo Lumajang/Tomi (Istimewa)
Kominfo Lumajang/Tomi (Istimewa)
Lumajang, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mendorong peternak semakin mandiri melalui program Kandang Belajar di Desa Yosowilangun Lor, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Program tersebut mengedepankan pembelajaran langsung berdasarkan pengalaman dan persoalan yang dihadapi peternak di lapangan.
Mengusung konsep “Belajar dari Lapangan, Maju Bersama Peternak”, Kandang Belajar mendapat dukungan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sebagai sarana meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan peternak dalam mengembangkan usaha.
“Peternak tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga pengetahuan, keterampilan dan pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Kandang Belajar menjadi ruang yang baik untuk saling berbagi pengalaman dan menemukan solusi bersama,” ungkap Indah, Rabu (26/8/2026).
Melalui program tersebut, peternak dapat berbagi pengalaman mengenai pengelolaan ternak sekaligus memperoleh pengetahuan terkait kesehatan hewan.
Pembelajaran dilakukan dengan menjadikan kondisi serta persoalan nyata di lingkungan peternak sebagai bahan untuk mencari solusi bersama.
Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada teori. Peternak dapat mempelajari cara penanganan berbagai persoalan dalam pemeliharaan ternak sesuai dengan kondisi yang dihadapi di lapangan.
Pendampingan juga diharapkan membantu peternak mengenali permasalahan sejak dini dan menentukan langkah penanganan bersama tenaga kesehatan hewan maupun pihak terkait.
Indah menilai peningkatan kapasitas peternak juga dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian desa. Usaha peternakan yang semakin produktif dan dikelola dengan baik berpeluang menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Penguatan sektor peternakan, lanjutnya, juga berkaitan dengan ketahanan pangan karena dapat mendukung ketersediaan pangan asal hewan yang aman, cukup, dan bergizi.
“Yang paling penting adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata. Ketika peternak semakin terampil dan produktif, maka desa juga ikut bergerak,” ujarnya.
Kandang Belajar tidak dirancang sebagai pelatihan satu kali. Pengembangannya mencakup identifikasi potensi dan persoalan, penyusunan model bersama pemangku kepentingan, pengembangan living laboratory, validasi model, hingga penyusunan modul dan standar operasional prosedur (SOP).
Tahapan berikutnya meliputi implementasi, pemantauan dan evaluasi, penyempurnaan model, penyusunan policy brief dan SOP, hingga diseminasi serta penyusunan peta jalan (roadmap) untuk kemungkinan penerapan di wilayah lain.
Dengan pola tersebut, pengalaman dari Desa Yosowilangun Lor diharapkan dapat berkembang menjadi referensi dalam memperluas akses pengetahuan dan pendampingan bagi peternak di daerah lain.
“Semangatnya adalah belajar bersama, berbagi pengalaman dan tumbuh bersama. Kalau model ini berjalan baik, tentu manfaatnya dapat diperluas sehingga semakin banyak peternak yang mendapatkan akses pengetahuan dan pendampingan,” pungkas Indah.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved