Palangka Raya, InfoPublik - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya membekali pelajar SMP Negeri 17 dengan pemahaman tentang bahaya hoaks dan judi online melalui kegiatan Kominfo Goes to School, Rabu (26/8/2026).
Mengangkat tema “Berani Tangkal Hoaks dan Judi Online”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Palangka Raya meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar.
Kegiatan dibuka Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik, Hendra Surya. Edukasi juga menghadirkan narasumber dari Humas Polda Kalimantan Tengah, Syamsuddin atau yang akrab disapa Cak Sam.
Para siswa mendapat pemahaman mengenai bahaya penyebaran informasi palsu serta dampak negatif judi online yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sosial.
Hendra Surya mengatakan, kemampuan literasi digital menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab.
“Generasi muda saat ini harus mampu menggunakan teknologi untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif maupun teknikal,” ujar Hendra.
Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga membuka peluang semakin mudahnya masyarakat terpapar konten negatif, termasuk hoaks dan promosi judi online.
Untuk itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan memilah dan memilih informasi serta membacanya secara analitis sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
“Banyak informasi negatif yang bertebaran dan itu perlu diantisipasi dengan memiliki kemampuan dalam memilah, memilih, dan membaca secara analitik agar mendapatkan informasi yang benar dan valid,” katanya.
Pihaknya juga mengutip, data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menunjukkan penetrasi internet Indonesia pada 2024 mencapai 79,5 persen atau sekitar 221 juta pengguna.
Tingginya penggunaan internet tersebut, lanjutnya, harus diimbangi dengan kecakapan dan tanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital. Pelajar sebagai salah satu kelompok yang aktif menggunakan internet dan media sosial perlu memahami cara mengenali informasi palsu, menjaga keamanan digital, serta menghindari aktivitas yang merugikan, termasuk judi online.
“Judi online juga harus dicegah sejak dini. Jangan sampai generasi muda terjerumus karena iming-iming keuntungan yang pada akhirnya justru menimbulkan kerugian dan berbagai persoalan sosial,”imbuhnya.
Melalui kegiatan tersebut, Diskominfo berharap, siswa dan guru mampu menjadi pengguna internet yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab. Selain menangkal hoaks dan menjauhi judi online, mereka diharapkan turut menciptakan serta menyebarkan konten positif di media sosial.(MC Kota Palangka Raya/Gusti/Eyv)