Para Mantan Gubernur Riau Berkumpul, Ini Pesan Mereka di HUT ke-69
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik – Kesinambungan pembangunan, pemerataan infrastruktur, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kesejahteraan masyarakat menjadi sederet pesan yang disampaikan para tokoh yang pernah memimpin Riau pada momentum Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau.
Sejumlah mantan Gubernur hadir dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Minggu (9/8/2026).
Mereka tampil kompak mengenakan busana Melayu berwarna abu-abu yang dipadukan dengan songket dan tanjak hitam.
Para pemimpin Riau terdahulu yang hadir antara lain Saleh Djasit, Wan Abubakar, Mambang Mit, Annas Maamun, Arsyadjuliandi Rachman, Wan Thamrin Hasyim, Syamsuar, serta Rahman Hadi.
Di tengah peringatan hari jadi tersebut, mereka menyampaikan sejumlah catatan dan harapan mengenai arah pembangunan Riau ke depan.
Saleh Djasit, Gubernur Riau periode 1998–2003, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan. Program yang telah dirintis pemerintahan sebelumnya, menurutnya, perlu dilanjutkan sekaligus disempurnakan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Harapan saya, kepemimpinan Riau saat ini tetap konsisten melanjutkan pembangunan. Apa yang masih kurang pada masa sebelumnya dapat disempurnakan sekarang, kemudian diteruskan lagi oleh pemimpin berikutnya sehingga pembangunan Riau berlangsung secara berkesinambungan,” ujarnya.
Sementara itu, Wan Abubakar mengajak masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-69 Riau sebagai momentum memperkuat persatuan. Kemajemukan masyarakat, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan daerah.
“Mari bersatu memajukan Riau ini, bersatu dalam keberagaman dan maju dalam pembangunan, karena masyarakat Riau yang majemuk tetap harus bersatu untuk membawa daerah ini lebih maju lagi. Mudah-mudahan Riau tetap maju dan berjaya,” ungkapnya.
Pesan mengenai kesejahteraan masyarakat disampaikan Mambang Mit. Ia menilai kekayaan sumber daya yang dimiliki Riau harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Harapan saya sama dengan harapan masyarakat. Riau makin maju, tertib dan sejahtera masyarakatnya, semakin berwibawa dan bermarwah. Karena daerah kita adalah daerah kaya, jadi masyarakat harus bisa merasakannya,” tegasnya.
Annas Maamun, Gubernur Riau periode 2014–2016, memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur, akses kesehatan, pendidikan, dan rumah ibadah.
“Jalan ke daerah dibaguskan, akses kesehatan diperbaiki, kualitas pendidikan ditingkatkan. Kalau ada duit berlebih ya dibaguskan pula rumah ibadah,” kata Annas Maamun.
Di sektor ekonomi, Arsyadjuliandi Rachman, Gubernur Riau periode 2016–2018, menyoroti pentingnya UMKM sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.
Ia mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia serta penyediaan regulasi yang berpihak kepada pelaku usaha.
“Ini tentu harus kita dorong, dengan cara mempersiapkan kelembagaan dan sumberdaya ditingkatkan. Dan mempersiapkan regulasi yang berpihak dengan UMKM,” jelasnya.
Selain itu, Arsyadjuliandi meminta sektor perbankan mengambil peran lebih besar dalam mendukung akses permodalan bagi pelaku UMKM.
“Tak kalah penting hal ini, bagaimana mendorong sektor perbankan untuk turut serta merealisasikan dukungannya bagi pelaku UMKM di Riau,” tambahnya.
Perhatian terhadap konektivitas antarwilayah disampaikan Wan Thamrin Hasyim. Ia berharap pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, pembangunan jalan yang menghubungkan Bagansiapiapi dengan Dumai serta pengembangan jaringan jalan tol menjadi bagian dari kebutuhan konektivitas yang perlu terus diperjuangkan.
“Harapan saya, pembangunan konektivitas antarwilayah terus dilanjutkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Yang paling penting, mari kita bersatu dan terus mengabdi untuk Riau, karena negeri ini adalah milik kita bersama dan masa depannya bergantung pada kebersamaan kita semua,” pungkas Wan Thamrin Hasyim.
Syamsuar, Gubernur Riau periode 2019–2023, juga menempatkan persatuan sebagai modal untuk mendorong pembangunan daerah. Ia mengajak masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi.
“Semoga Riau ke depan lebih bersatu dalam keragaman dan maju dalam pembangunan. Marilah masyarakat Riau, sama-sama bekerjasama dengan pemerintah daerah dan semua stakeholder yang ada di Provinsi Riau. Sehingga, agar dapat memajukan Riau ke depan yang lebih baik,” katanya.
Rahman Hadi turut menyampaikan harapan agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat seiring bertambahnya usia Provinsi Riau.
“Dalam rangka Hari Jadi ke-69, dengan harapan bahwa Riau akan lebih maju dan lebih gemilang dalam melaksanakan pembangunan. Kita berharap, semua masyarakat dapat berkolaborasi dan bahu membahu demi terwujudnya kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Pesan para tokoh yang pernah memimpin Riau tersebut mengerucut pada sejumlah agenda, yakni menjaga kesinambungan pembangunan, memperbaiki konektivitas dan pelayanan publik, memperkuat UMKM, serta memastikan kekayaan dan pembangunan daerah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Memasuki usia ke-69 tahun, persatuan dan kolaborasi juga menjadi pesan yang mengemuka agar pembangunan Riau dapat dilanjutkan lintas periode kepemimpinan dengan tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.