Merauke, InfoPublik - Polres Merauke mengusulkan sistem plat ganjil genap, pada pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di setiap SPBU di Merauke untuk mengurangi antrean panjang kendaraan.
Sistem itu bertujuan selain untuk mengurai antrean panjang kendaraan di SPBU, juga mencegah praktik penimbunan ilegal oleh oknum (pengetap), serta memastikan distribusi BBM tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Kasat Lantas Polres Merauke, Iptu Aditama Tantowi Muharam Kafrawi, Selasa (4/8/2026).
Iptu Aditama mengatakan, pihaknya sudah pernah mengusulkan sistem tersebut ke pemerintah setempat namun belum ada respons atas usulan tersebut.
Hampir setiap hari Satlantas melakukan pengaturan lalulintas di setiap titik-titik kemacetan dan penumpukan kendaraan.
"Tetapi bila kami tidak didukung dengan kebijakan pemerintah daerah dan pihak SPBU, pasti masih ada penumpukan kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar. Kami pernah mengusulkan penerapan sistem plat ganjil genap untuk pengisian BBM di SPBU tetapi hingga saat ini masih belum ada follow up dari pemerintah daerah," ujar Kasat Lantas Polres Merauke, Selasa, (4/8/2026).
Kasat Lantas berharap, penerapan sistem ganjil genap segera direspon dengan mengeluarkan surat edaran/SE dari pemerintah setempat.
Selain itu, Satlantas juga terus melakukan sosialisasi kepada para sopir dan melakukan pengaturan di setiap titik yang berpotensi menimbulkan padat kendaraan.
Seperti diketahui bahwa antrean panjang untuk pengisian BBM di Merauke masih terjadi lantaran kendaraan yang hendak pengisian ke SPBU berjajar di pinggir kiri kanan jalan di luar SPBU sehingga akses jalan utama menjadi terganggu akibat terjadi penyempitan ruang.(McMrk/Get/Ngr)