Raja Ampat, InfoPublik- Festival Anak Raja Ampat 2026 yang diselenggarakan Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat budaya literasi, kreativitas, serta kesadaran akan pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Kegiatan yang mengusung tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju" itu digelar di SD YPK Sion Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit, Kamis (23/7/2026).
Festival diikuti 146 peserta yang terdiri atas 113 siswa SD YPK Sion Warsambin dan 33 anak PAUD Warsambin. Beragam kegiatan edukatif dikemas secara interaktif agar anak-anak dapat belajar, bermain, dan berkreasi sekaligus mengembangkan karakter, kemampuan sosial, kreativitas, serta wawasan kebangsaan.
Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Raja Ampat, Rusmiati Burdam menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi sebagai fondasi mencetak generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan mampu bersaing.
"Anak-anak harus wajib belajar. Tidak boleh ada lagi yang tidak sekolah. Sekarang di Raja Ampat sekolah sudah gratis," ujar dia.
Ia mengatakan keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada tersedianya akses pendidikan, tetapi juga memerlukan peran aktif keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk mengawasi penggunaan gawai.
"Kalau terlalu banyak main game atau terus-menerus menonton di HP, akhirnya lupa belajar. Itu yang harus dihindari," kata dia.
Rusmiati juga berdialog dengan para siswa mengenai pentingnya membaca, semangat belajar, dan cita-cita mereka. Pada kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan tas sekolah kepada sejumlah siswa sebagai dukungan terhadap penguatan budaya literasi.
Festival menghadirkan berbagai aktivitas edukatif, mulai dari Upacara Hari Anak Nasional, Senam Anak Indonesia Hebat, permainan tradisional, ecoprint, eksperimen sains melalui pembuatan es krim, taman baca dan permainan literasi, hingga edukasi kesehatan melalui program Dokter Kecil.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, serta membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini.
Selain menjadi ruang belajar dan berekspresi bagi anak-anak, festival juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak dari berbagai persoalan, seperti kekerasan terhadap anak, stunting, tuberkulosis (TB) pada anak, dan perkawinan usia anak.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan tumbuh kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak.
Rusmiati menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
"Mari kita jaga anak-anak kita bersama. Dampingi mereka belajar, batasi penggunaan gawai, biasakan membaca, karena anak-anak hari ini adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Raja Ampat," ujar dia.
Festival Anak Raja Ampat 2026 menjadi wujud kontribusi Tim KKN-PPM UGM dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Raja Ampat melalui penguatan pendidikan, literasi, kesehatan, dan perlindungan anak.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal menuju generasi Raja Ampat yang sehat, cerdas, kreatif, dan berdaya saing.
(MC Raja Ampat/ Penta Nila Juwita)