Kota Gorontalo, InfoPublik – Pemutakhiran masterplan atau rencana induk jalur kereta api Pulau Sulawesi, menjadi langkah yang sangat krusial dalam menyesuaikan perencanaan dengan dinamika pembangunan wilayah, perubahan tata ruang, serta arah kebijakan nasional terbaru.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, saat menerima kunjungan dari Tim Konsultan Penyusunan Pemutakhiran Masterplan Jalur Kereta Api Pulau Sulawesi, Kamis (23/7/2026).
Sagita menegaskan, peninjauan ulang dokumen perencanaan sangat diperlukan mengingat dasar perencanaan awal yang disusun sejak tahun 2013 sudah tidak sepenuhnya relevan dengan kondisi lapangan saat ini.
"Masterplan perkeretaapian awal yang telah disusun sejak tahun 2013 kini sudah saatnya kita mutakhirkan. Kita perlu menyesuaikannya dengan dinamika pembangunan wilayah, perubahan tata ruang, peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat, serta arah kebijakan nasional terbaru agar perencanaan yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kondisi lapangan saat ini," ujar Sagita.
Kunjungan itu dilaksanakan dalam rangka pengambilan data primer dan sekunder guna meninjau kembali arah kebijakan serta rencana pengembangan perkeretaapian di Pulau Sulawesi, baik untuk angkutan barang maupun penumpang.
Dalam keterangannya, Kepala Dishub Provinsi Gorontalo menekankan bahwa pemutakhiran ini merupakan langkah yang sangat krusial.
Sagita menyatakan, berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), Provinsi Gorontalo direncanakan memiliki dua jalur utama yang menghubungkan Gorontalo dengan Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, yaitu melalui Jalur Utara yang menghubungkan Gorontalo dengan kawasan strategis seperti Pelabuhan Anggrek dan Pelabuhan Kwandang, serta terintegrasi dalam koridor pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).
Yang kedua yaitu melalui Jalur Selatan yang menghubungkan simpul transportasi penting, termasuk Pelabuhan Laut Gorontalo dan Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, yang melayani arus angkutan barang dan penumpang dari dan menuju Provinsi Gorontalo.
"Kami sangat berharap seluruh provinsi di Pulau Sulawesi dapat segera terhubung melalui jaringan kereta api secara menyeluruh. Hasil dari pemutakhiran masterplan ini diharapkan menjadi acuan utama dalam penyusunan program pembangunan perkeretaapian jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang, yang pada akhirnya membawa dampak positif nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Sagita. (mcgorontaloprov/Rini)