Mayangan, InfoPublik – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di depan Kios Pangan Kopi Siaga, Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (21/7/2026).
Kedatangan wali kota disambut antusias masyarakat yang sejak pagi mengantre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Aminuddin mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi.
"Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, kami juga menjaga agar harga di tingkat pedagang tetap stabil sehingga tidak merugikan pelaku usaha. Karena itu, pembelian beberapa komoditas seperti beras dan minyak goreng dibatasi agar distribusinya merata dan bisa dinikmati lebih banyak masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah akan terus dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan harga di pasaran.
"Lokasi pelaksanaan dipusatkan di titik-titik strategis. Ke depan, frekuensi kegiatan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi mingguan terhadap kondisi harga dan inflasi di Kota Probolinggo," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan Gerakan Pangan Murah berbeda dengan operasi pasar pada umumnya karena dilaksanakan secara rutin dua kali setiap pekan, yakni setiap Selasa dan Jumat.
"Program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar," jelasnya.
Menurut Fitriawati, pelaksanaan program didukung berbagai pihak, di antaranya Perum Bulog dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), untuk menjamin ketersediaan komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat.
"Ke depan kami berharap jenis produk yang dipasarkan semakin beragam, tidak hanya bahan pangan pokok, tetapi juga hasil pertanian, perikanan, hingga produk UMKM lokal," tambahnya.
Pada pelaksanaan kali ini, masyarakat dapat membeli beras SPHP seharga Rp57.000 per lima kg, gula pasir Rp15.000 per kg, Minyakita Rp31.000 per dua liter, telur ayam Rp25.000 per kg, bawang merah Rp12.000 per setengah kg, bawang putih Rp13.000 per setengah kg, telur puyuh Rp28.000 per kg, tomat Rp1.000 per setengah kg, cabai rawit Rp9.000 per seperempat kg, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti tepung terigu, bumbu racik, kecap, garam, dan mi instan.
Gerakan Pangan Murah juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Salah satunya Dapur Lovelyta Food yang menawarkan berbagai olahan hasil perikanan, seperti dimsum, udang keju, ikan belanak berbumbu, hingga rice bowl.
Salah seorang pengunjung, Yuliatin, warga Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, mengaku terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang lebih murah karena digunakan sebagai bahan baku usaha kulinernya.
"Saya jualan nasi goreng, koloke, dan capcai. Harga di sini lebih murah sehingga sangat membantu mengurangi biaya produksi. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering diadakan agar pedagang kecil seperti kami bisa tetap bertahan," ungkapnya.
(dy/fa)