Raja Ampat, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menetapkan 1.675 calon penerima manfaat Program Orang Raja Ampat Hidup Sejahtera di Usia Senja (ORISUN) 2026 melalui Workshop Penetapan Calon Penerima Manfaat dan Penyepakatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan bank penyalur.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Raja Ampat itu dibuka Wakil Bupati Raja Ampat Mansyur Syahdan, Selasa (21/7/2026).
Program ORISUN merupakan perlindungan sosial bagi lanjut usia Orang Asli Papua (OAP) berusia 65 tahun ke atas. Program ini bertujuan memastikan bantuan sosial tepat sasaran melalui pemanfaatan data sosial ekonomi terintegrasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan lansia di wilayah kepulauan Raja Ampat.
Mansyur Syahdan menegaskan penetapan calon penerima manfaat harus dilakukan secara akurat agar bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.
"Lansia adalah generasi yang telah berjasa membangun daerah ini. Sudah menjadi kewajiban kita memastikan mereka memperoleh perlindungan sosial yang layak di masa senja. Karena itu, proses penetapan calon penerima manfaat harus dilakukan secara cermat, akurat, dan berbasis data yang valid agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak," ujar dia.
Ia menambahkan, kerja sama dengan bank penyalur menjadi langkah penting untuk menjamin penyaluran bantuan berlangsung aman, transparan, tepat sasaran, dan tepat waktu.
Sekretaris Dinas Sosial Raja Ampat Muh. Yamin Maradjabessy mengatakan hasil pendataan dan verifikasi bersama perangkat distrik serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menetapkan 1.675 orang sebagai calon penerima manfaat Program ORISUN 2026.
"Hasil pendataan dan verifikasi yang dilakukan Dinas Sosial bersama perangkat distrik serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Raja Ampat menetapkan sebanyak 1.675 orang sebagai calon penerima manfaat Program ORISUN Tahun 2026," ungkap dia.
Program ORISUN didukung Kementerian PPN/Bappenas dan Program SKALA melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), SIOPADA, dan SEPAKAT.
Provincial Engagement Specialist Program SKALA Papua Barat Daya, Desiderius Bir, berharap Raja Ampat menjadi contoh pelaksanaan program perlindungan sosial bagi daerah lain di Papua Barat Daya.
"Raja Ampat kami harapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pelaksanaan program perlindungan sosial. Sebelumnya sudah ada Program PAITUA, dan dari program tersebut kita semakin mematangkan kualitas data untuk Program ORISUN sehingga penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran," ujar dia.
MC Raja Ampat/Penta Nila Juwita.