Jantho, InfoPublik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar memperkuat pendidikan mitigasi bencana melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN Modal Bangsa, Blang Bintang. Langkah ini dilakukan untuk membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini di lingkungan sekolah.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, Kamis (16/7/2026), mengatakan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh warga sekolah ketika menghadapi potensi bencana.
Menurutnya, penerapan SPAB merupakan strategi penting untuk mengurangi risiko korban melalui peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah.
"Mitigasi kebencanaan di sekolah dilakukan melalui dua pendekatan, yakni mitigasi struktural dan nonstruktural. Keduanya harus berjalan beriringan agar sekolah benar-benar siap menghadapi berbagai ancaman bencana," ujar Ridwan.
Ia menjelaskan, mitigasi struktural dilakukan dengan memastikan bangunan dan fasilitas sekolah memenuhi standar keselamatan. Sementara itu, mitigasi nonstruktural dilaksanakan melalui edukasi, pelatihan, simulasi evakuasi, serta peningkatan kapasitas siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam menghadapi situasi darurat.
Ridwan menegaskan Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Oleh karena itu, pendidikan kebencanaan tidak boleh hanya diberikan ketika bencana terjadi, tetapi harus menjadi bagian dari proses pendidikan sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah.
"Aceh memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai bencana. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini agar siswa mengetahui cara menyelamatkan diri ketika situasi darurat terjadi," katanya.
Ia berharap materi SPAB yang diberikan selama MPLS mampu meningkatkan kesadaran peserta didik baru terhadap pentingnya mitigasi bencana sekaligus mendorong mereka menjadi agen keselamatan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
BPBD Aceh Besar menegaskan akan terus memperkuat implementasi program SPAB di berbagai satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Di tengah meningkatnya frekuensi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia, penguatan pendidikan mitigasi bencana di lingkungan sekolah dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk melindungi generasi muda, membangun budaya sadar risiko, serta mengurangi potensi korban ketika bencana terjadi.