Surabaya, InfoPublik — Sebanyak 405 peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Gresik mendapat edukasi kebencanaan dan pencegahan perundungan atau bullying dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Edukasi berlangsung di SRT 1 Kabupaten Gresik dengan rangkaian kegiatan yang mencakup kesiapsiagaan bencana, simulasi penanggulangan bencana, penguatan minat baca, layanan dukungan psikososial, dan pencegahan bullying.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah menghadapi ancaman bencana alam maupun nonalam, termasuk gempa bumi dan kebakaran.
Wakil Kepala Sekolah SRT 1 Gresik, Lily Sajidah Bestari, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi BPBD Jatim, Dinas Sosial Jatim, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jatim dalam memberikan edukasi kepada siswa dan guru.
Menurut Lily, edukasi kebencanaan sangat penting karena SRT 1 Gresik berada di wilayah yang memiliki potensi gempa bumi dan kebakaran.
“Dengan simulasi yang diajarkan kepada siswa dan para guru tadi, insyaallah akan menjadi pembelajaran yang baik bagi kesiapsiagaan bencana di sekolah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan edukasi kebencanaan di SRT 1 Gresik merupakan kegiatan kedua setelah program serupa digelar di SRT Kota Pasuruan pada awal Agustus.
“Dengan berbagai materi yang telah diberikan, mulai dari PPGD hingga simulasi evakuasi gempa bumi dan pemadaman api, kami berharap segenap siswa maupun guru di sekolah rakyat ini semakin memahami potensi bencana sehingga mampu mengurangi risiko yang ada,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jatim memberikan edukasi penanggulangan bencana yang dilanjutkan dengan simulasi pertolongan dan evakuasi saat gempa bumi serta praktik pemadaman kebakaran.
Peserta didik terlibat langsung dalam simulasi untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat. Materi tersebut diharapkan dapat membangun respons cepat dan tepat saat terjadi bencana di lingkungan sekolah.
Penguatan minat baca juga menjadi bagian dari kegiatan melalui Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Para peserta didik mengikuti dongeng bertema kebencanaan serta mendapatkan pengenalan mengenai penyelamatan dan perlindungan arsip dari risiko kerusakan akibat bencana melalui Tandu Arkib.
Di sisi lain, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur memberikan materi Layanan Dukungan Psikososial (LDP) sekaligus edukasi mengenai pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Kolaborasi tiga perangkat daerah tersebut tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi bencana, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, peduli, dan nyaman bagi peserta didik.
Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, menumbuhkan minat baca, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying.(MC Prov Jatim/byu-hjr/eyv)