PUPR Boven Digoel Siapkan Penanganan Longsor di Jalan Masuk Pasar Wet
Longsor memutus akses Jalan Pasar Wet Kabupaten Boven Digoel
Longsor memutus akses Jalan Pasar Wet Kabupaten Boven Digoel
Tanah Merah, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Boven Digoel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat menindaklanjuti longsor yang memutus akses Jalan Pasar Wet.
Ruas jalan yang menjadi jalur utama masyarakat menuju kawasan perdagangan itu dipastikan telah masuk dalam usulan perubahan anggaran Tahun 2026 dan ditargetkan mulai ditangani pada Agustus mendatang. Selasa (14/7/2026)
Longsor yang terjadi sejak 10 Juli 2026 mengakibatkan sebagian badan jalan amblas sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan warga yang hendak menuju Pasar Wet, tetapi juga berdampak terhadap kelancaran distribusi barang serta mobilitas kendaraan pelayanan pemerintah.
Menanggapi kondisi tersebut, Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Boven Digoel langsung melakukan peninjauan lapangan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan sekaligus menyusun langkah penanganan yang akan dilakukan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Boven Digoel, Rikson Komoyak, mengatakan bahwa perbaikan Jalan Pasar Wet telah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dan telah diusulkan dalam perubahan anggaran tahun ini.
"Penanganan Jalan Pasar Wet sudah kami masukkan dalam usulan perubahan anggaran Tahun 2026. Apabila proses perubahan anggaran berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada Agustus mendatang," ujar Rikson.
Ia menjelaskan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan dipengaruhi oleh proses erosi yang telah berlangsung cukup lama. Tingginya curah hujan dan kondisi tanah yang labil menyebabkan badan jalan terus mengalami penurunan hingga akhirnya terjadi longsor.
"Kerusakan ini bukan terjadi secara tiba-tiba, tetapi akibat erosi yang berlangsung cukup lama. Curah hujan yang tinggi mempercepat proses longsor sehingga perlu penanganan yang lebih menyeluruh," jelasnya.
Menurut Rikson, pemerintah tidak hanya berfokus pada perbaikan sementara, tetapi juga menyiapkan perencanaan teknis agar konstruksi jalan yang dibangun lebih kuat dan memiliki daya tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
"Kami ingin pembangunan jalan ini tidak hanya sekadar memperbaiki kerusakan, tetapi juga menghasilkan konstruksi yang lebih kuat, aman, dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Karena itu, aspek teknis menjadi perhatian utama dalam proses perencanaan," katanya.
Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan peralatan masih menjadi tantangan dalam penanganan infrastruktur di daerah. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya mencari dukungan dari pemerintah pusat.
"Kami juga telah mengusulkan bantuan peralatan kepada Kementerian PUPR agar penanganan infrastruktur, khususnya pada kondisi darurat seperti ini, dapat dilakukan lebih cepat dan maksimal," tambahnya.
Sementara itu, masyarakat berharap perbaikan akses Jalan Pasar Wet dapat segera direalisasikan. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang setiap hari digunakan masyarakat menuju pasar serta dilalui kendaraan pelayanan pemerintah.
Salah seorang warga, Manu, mengatakan kerusakan jalan telah mengganggu aktivitas masyarakat sejak terjadi longsor.
"Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini karena ini merupakan akses utama masyarakat menuju Pasar Wet. Kalau dibiarkan terlalu lama, aktivitas warga akan semakin terganggu," ujarnya.
Ia juga berharap pembangunan kali ini menggunakan konstruksi yang lebih kuat, termasuk penguatan tebing penahan jalan, sehingga longsor tidak kembali terjadi saat musim hujan.
Dengan masuknya penanganan Jalan Pasar Wet dalam perubahan anggaran Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap pekerjaan dapat segera dimulai sehingga akses masyarakat kembali normal. Selain memulihkan mobilitas warga, pembangunan tersebut juga diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.