Takengon, InfoPublik – Sebanyak empat juta batang bibit kopi varietas Arabika Gayo 3 dipersiapkan untuk disalurkan kepada petani terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah. Bibit tersebut saat ini tinggal menunggu proses sertifikasi sebelum didistribusikan.
Program produksi benih tersebut merupakan bantuan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI sebagai upaya mendukung pemulihan sektor perkebunan kopi di Dataran Tinggi Gayo.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan bibit Arabika Gayo 3 tumbuh dengan baik dan telah siap ditanam di lahan petani.
"Secara kualitas, bibit yang diproduksi sudah sangat baik dan siap ditanam. Saat ini kami tinggal menunggu proses sertifikasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih sebelum disalurkan kepada masyarakat," katanya saat meninjau lokasi penangkaran bibit di SMK Negeri 2 Aceh Tengah, Kampung Kala Nareh, Kecamatan Pegasing, Selasa (7/7/2026).
Menurut Haili, penyaluran bibit akan diprioritaskan kepada petani yang terdampak bencana dan telah terdata melalui kelompok tani penerima manfaat. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan untuk rehabilitasi kebun kopi.
Ia menilai program tersebut menjadi dukungan penting bagi keberlanjutan sektor perkebunan kopi di Aceh Tengah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi Arabika Gayo.
"Kebutuhan bibit kopi di Dataran Tinggi Gayo cukup besar setiap tahun. Program ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kebun masyarakat sekaligus menjaga produktivitas kopi Arabika Gayo," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah, Sabrin, mengatakan penyaluran bibit direncanakan dimulai pada Agustus 2026 setelah seluruh proses sertifikasi benih selesai.
Ia menjelaskan, bibit akan diberikan kepada petani terdampak bencana berdasarkan usulan yang telah diverifikasi melalui kelompok tani sehingga penyalurannya tepat sasaran sesuai ketentuan program.