Langgur, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara menegaskan dukungannya terhadap Gerakan Pemuda (GP) Ansor sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan umat, serta mendukung pembangunan daerah yang harmonis dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, saat membacakan sambutan Bupati Maluku Tenggara pada pelantikan Pengurus GP Ansor Kabupaten Maluku Tenggara masa khidmat 2025–2029 yang dirangkaikan dengan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) VI di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Rabu (20/5/2026).
Dalam sambutannya, Charlos mengatakan GP Ansor memiliki peran penting sebagai organisasi kepemudaan yang mampu menjadi agen perdamaian sekaligus penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut dia, kader Ansor yang militan tidak identik dengan tindakan kekerasan, melainkan mencerminkan semangat pengabdian, disiplin, loyalitas, dan dedikasi dalam melayani masyarakat serta menjaga persatuan bangsa.
“Kader militan adalah mereka yang menjadi garda terdepan menjaga keutuhan NKRI, menjaga kerukunan umat, dan menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat,” ujar Charlos.
Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi GP Ansor dalam memperkuat toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Pemerintah daerah siap bersinergi dengan GP Ansor untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan di Maluku Tenggara,” katanya.
Charlos juga mengajak seluruh kader GP Ansor agar terus menghadirkan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.
“Kalau belum bisa bermanfaat untuk daerah, minimal bermanfaat untuk keluarga. Kalau belum bisa bermanfaat untuk negara, minimal bermanfaat bagi orang di sekitar kita,” ujarnya.
Ia menilai pelantikan pengurus dan pelaksanaan Diklatsar menjadi wujud semangat kebersamaan dan komitmen GP Ansor dalam memperkuat eksistensi organisasi sebagai salah satu organisasi kepemudaan Islam berpengaruh di Kabupaten Maluku Tenggara.
Tema kegiatan “Meneguhkan Nilai Aswaja dan Membentuk Kader Ansor Kabupaten Maluku Tenggara yang Militan” juga dinilai relevan dengan tantangan kebangsaan dan keumatan saat ini.
Menurut Charlos, nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) yang diwariskan para ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama harus terus dijaga sebagai fondasi membangun kehidupan masyarakat yang damai, moderat, dan toleran.
“Aswaja bukan sekadar doktrin keagamaan, tetapi juga pandangan hidup yang mengajarkan moderasi, toleransi, cinta damai, serta keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)