Raja Ampat, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis konservasi dan produk lokal melalui peresmian Galeri Konservasi “Bin Soren” oleh BLUD UPTD KKP Kepulauan Raja Ampat, Sabtu (9/5/2026). Kehadiran galeri tersebut menjadi bagian dari inovasi daerah dalam mendukung promosi, pemasaran, dan pengembangan usaha kreatif masyarakat pesisir, khususnya kelompok perempuan dan pelaku usaha kecil di kawasan konservasi.
Peresmian galeri yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Raja Ampat itu diharapkan mampu menjadi ruang penguatan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Raja Ampat di pasar yang lebih luas.
Nama “Bin Soren” memiliki makna filosofis yang berasal dari dua bahasa suku besar di Raja Ampat. Kata “Bin” dalam bahasa Biak berarti perempuan, sedangkan “Soren” dalam bahasa Maya berarti lautan. Secara harfiah, Bin Soren dimaknai sebagai “Perempuan Laut”, simbol peran penting perempuan dalam menjaga keberlanjutan laut sekaligus menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menyambut baik hadirnya Galeri Bin Soren sebagai langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Yang kita harapkan adalah lahirnya inovasi-inovasi seperti ini. Dengan langkah yang terarah, berbagai sektor bisa bergerak bersama. Jika di daerah lain ada pusat oleh-oleh yang berkembang, maka di Raja Ampat kita ingin Galeri Konservasi menjadi ruang ekonomi masyarakat yang terus tumbuh dan memberi manfaat luas,” kata Orideko.
Menurut dia, penguatan produk lokal menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, terutama dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat di tengah berkembangnya sektor pariwisata Raja Ampat.
“Raja Ampat tidak boleh hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena produk lokal dan kreativitas masyarakatnya yang mampu memberi dampak ekonomi secara langsung,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala BLUD UPTD KKP Kepulauan Raja Ampat, Hasan Makassar mengatakan, galeri tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan produk, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan konservasi.
“Galeri ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat memperluas akses pasar, memperlancar distribusi produk lokal, sekaligus menjadi ruang pengembangan usaha masyarakat pesisir, terutama mama-mama dan kelompok perajin,” ujar Hasan.
Ia menambahkan, sebagian besar produk yang dipasarkan merupakan hasil kerajinan tangan dan karya kreatif masyarakat lokal yang selama ini membutuhkan wadah promosi yang representatif.
“Ke depan, kami ingin produk-produk lokal Raja Ampat bisa naik kelas, memiliki identitas yang kuat, dan mampu menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis konservasi,” kata dia.
Galeri Konservasi Bin Soren diharapkan berkembang menjadi simpul ekonomi kreatif berbasis konservasi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal dan mendukung keberlanjutan lingkungan di Raja Ampat.
(Petrus Rabu/MC Raja Ampat)