Raja Ampat, InfoPublik- Lomba kebersihan lingkungan Waisai Asri 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Raja Ampat memasuki tahap penilaian lapangan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Raja Ampat telah menurunkan tim juri ke sejumlah lokasi untuk melakukan penilaian pada berbagai kategori lomba.
Kepala DLH Raja Ampat Adam Malik, mengatakan proses penilaian dilakukan secara objektif dengan sistem penjurian yang dipisahkan berdasarkan kategori.
“Setiap juri tidak menilai lintas kategori. Kami sudah memberikan pembekalan terkait indikator penilaian agar prosesnya berjalan profesional dan terukur,” ujar Adam Malik saat diwawancarai di Kantor Bupati Raja Ampat, Rabu (6/5/2026).
Menurut Adam, lomba tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, DLH tetap melakukan penilaian meski peserta tidak melakukan pendaftaran.
“Tanpa mendaftar pun, kami tetap melakukan penilaian. Karena sejatinya kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya karena ada lomba,” tegas dia.
Ia menjelaskan, tim penilai turut memperhatikan kawasan permukiman seperti RT dan RW yang menunjukkan inisiatif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Penilaian dilakukan secara visual dengan melihat perubahan nyata di lingkungan masyarakat selama momentum HUT Kabupaten Raja Ampat.
Adam mengungkapkan antusiasme masyarakat pada pelaksanaan Waisai Asri 2026 cukup tinggi, terutama pada kategori lingkungan sekolah dan rumah ibadah.
“Sekolah-sekolah sangat luar biasa. Begitu juga rumah ibadah, tidak hanya bersih di area dalam, tetapi juga mulai merambah ke lingkungan sekitarnya. Ini yang kita harapkan, karena kebersihan tidak mengenal batas ruang atau institusi,” jelasnya.
Ia menambahkan, nilai kebersihan sejalan dengan ajaran moral dan keagamaan yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Terkait potensi keberatan dari peserta, Adam menegaskan bahwa penilaian difokuskan kepada pihak atau kelompok yang menjadi penggerak utama kegiatan kebersihan di lapangan. Apresiasi diberikan kepada siapa pun yang menunjukkan inisiatif, baik warga, tokoh masyarakat, pelaku usaha, maupun unsur lainnya.
“Kami ingin ASN hadir sebagai bagian dari masyarakat, memberikan pemahaman dan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan, bukan sekadar turun membersihkan seperti pola lama,” ujar dia.
Pengumuman pemenang lomba dijadwalkan pada 9 Mei 2026. Meski demikian, DLH Raja Ampat belum mengumumkan besaran hadiah yang akan diberikan kepada para pemenang.
“Yang terpenting bukan hadiahnya, tetapi bagaimana kita menanamkan budaya hidup bersih kepada masyarakat, termasuk generasi muda,” pungkas Adam Malik.
Melalui Waisai Asri 2026, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap tercipta perubahan perilaku masyarakat yang berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.
(MC Raja Ampat/Petrus Rabu)