Raja Ampat, InfoPublik- Bupati Raja Ampat Orideko I. Burdam secara resmi melantik Dewan Kesenian Kabupaten Raja Ampat periode 2026–2031 di Gedung Pari Convention Center, Kota Waisai, Senin (4/5/2026), sebagai langkah strategis memperkuat peran seni dan budaya dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Orideko menegaskan bahwa pelantikan Dewan Kesenian menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi seni dan budaya sebagai bagian dari identitas dan peradaban masyarakat.
“Seni adalah jiwa sebuah peradaban. Di mana seni tumbuh subur, di sana kemanusiaan mekar dengan sempurna,” ujar dia.
Ia menambahkan, kekayaan alam Raja Ampat yang telah mendunia perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai budaya lokal. Beragam warisan budaya seperti Tari Wor, seni ukir, musik tradisional, hingga kerajinan tangan masyarakat merupakan aset berharga yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Menurut dia, Dewan Kesenian Kabupaten Raja Ampat memiliki peran strategis sebagai wadah bagi para seniman dan budayawan untuk merawat, mengembangkan, serta mempromosikan seni budaya daerah.
Ia menegaskan, lembaga tersebut tidak hanya bersifat simbolis, melainkan harus menjadi motor penggerak kebudayaan di daerah.
“Dewan Kesenian harus menjadi jembatan antara kekayaan masa lalu dengan kreativitas masa depan, serta mampu membawa seni dan budaya Raja Ampat ke panggung nasional hingga internasional,” kata dia.
Ia juga mendorong Dewan Kesenian untuk aktif menggelar festival seni budaya, memfasilitasi seniman muda, serta mendokumentasikan seni tradisional yang terancam punah sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem seni yang inklusif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berkomitmen menjadi mitra strategis Dewan Kesenian dalam mendukung kemajuan seni dan budaya daerah agar semakin dikenal luas hingga ke tingkat global.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, Dewan Kesenian Kabupaten Raja Ampat diharapkan mampu menjadi penjaga sekaligus penggerak pelestarian budaya, guna menjaga identitas daerah dan memperkuat daya saing budaya di masa mendatang.
(MC Raja Ampat/Penta Nila Juwita)