Raja Ampat, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menegaskan pentingnya pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai instrumen utama dalam mewujudkan pembangunan berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Raja Ampat, Yoseph Mirino, saat membuka Workshop Diseminasi Pemanfaatan DTSEN melalui aplikasi SEPAKAT dan SIOPADA di Hotel Korpark Waisai, Kamis (30/4/2026).
Workshop yang diselenggarakan Dinas Sosial Kabupaten Raja Ampat itu diikuti para kepala subbagian program dan bertujuan memperkuat pemahaman perangkat daerah dalam tata kelola serta pemanfaatan data sosial ekonomi untuk mendukung program pembangunan, termasuk Program ORISUN.
Yoseph menegaskan bahwa kehadiran DTSEN merupakan jawaban atas persoalan mendasar dalam pengelolaan program sosial yang selama ini masih menghadapi tantangan data yang terfragmentasi.
“Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyambut sepenuh hati kehadiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai instrumen perencanaan pembangunan berbasis bukti. DTSEN merupakan jawaban atas persoalan mendasar program sosial kita selama ini, yaitu data yang terfragmentasi dan tidak terintegrasi lintas sektor,” ujar dia.
Ia menambahkan, integrasi DTSEN ke dalam aplikasi SEPAKAT menjadi peluang besar dalam meningkatkan akurasi penargetan program perlindungan sosial serta memperkuat kualitas perencanaan daerah.
“Bagi kami, ini bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi merupakan lompatan besar dalam meningkatkan kualitas tata kelola pembangunan yang telah lama kami nantikan,” kata dia.
Yoseph juga menyoroti pentingnya validitas data dalam mendukung keberhasilan Program ORISUN yang menyasar warga lanjut usia di Kabupaten Raja Ampat.
“Program ORISUN hanya akan tepat sasaran apabila datanya akurat dan tervalidasi. Di sinilah peran SIOPADA menjadi sangat penting dalam mendukung pendataan sosial ekonomi Orang Asli Papua (OAP) di tingkat kampung,” tegas dia.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara SIOPADA, Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), dan SEPAKAT guna memperkuat sistem data sosial ekonomi daerah yang terpadu.
Sebagai tindak lanjut, Yoseph mengimbau seluruh pihak terkait untuk segera memproses permohonan hak akses DTSEN dan SEPAKAT serta memperkuat Tim SEPAKAT Kabupaten Raja Ampat.
“Saya berharap seluruh kapasitas yang diperoleh dalam workshop ini dapat segera diintegrasikan dalam proses perencanaan dan penganggaran program perlindungan sosial, sehingga menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” jelas dia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam mendorong pemanfaatan data yang berkualitas guna mewujudkan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
(MC Raja Ampat/Penta Nila Juwita)