Raja Ampat, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Lingkungan Hidup resmi meluncurkan program Lomba Kebersihan dan Keindahan bertajuk “Waisai Asri 2026”, Rabu (23/3/2026). Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, bertepatan dengan apel perdana usai libur Lebaran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Raja Ampat.
Kegiatan launching ditandai dengan penyerahan simbolis peralatan kebersihan berupa tempat sampah dari Bupati kepada Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Raja Ampat, Yoseph Mirino, yang mewakili Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah daerah.
Program ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus memperkuat citra Kota Waisai sebagai wajah utama pariwisata Raja Ampat.
Peserta lomba melibatkan berbagai unsur, mulai dari kelompok RT se-Kota Waisai, rumah ibadah, paguyuban, hingga sekolah Adiwiyata. Namun secara khusus, pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh OPD wajib ambil bagian aktif dalam program tersebut.
“Semua OPD harus ikut. Kita sudah launching kebersihan dan keindahan, jadi tidak boleh ada yang tinggal diam. Ini harus dimulai dari pemerintah,” kata Orideko.
Penilaian terhadap OPD akan difokuskan pada kebersihan dan penataan kawasan jalan utama di Kota Waisai sebagai area yang paling terlihat oleh masyarakat maupun wisatawan. Sementara itu, lingkungan RT/RW tetap menjadi tanggung jawab masyarakat setempat.
Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah menyiapkan skema penghargaan dan sanksi yang tegas. Sepuluh OPD terbaik akan diberikan penghargaan dengan total hadiah hingga Rp50 juta.
Namun demikian, bagi OPD yang tidak mampu masuk dalam 10 besar akan dikenakan sanksi berupa pemotongan anggaran operasional sebesar Rp50 juta.
“Yang tidak masuk 10 besar akan dikenakan pemotongan operasional sebesar Rp50 juta. Ini bentuk komitmen kita agar seluruh OPD benar-benar serius dan menjadi contoh dalam menjaga kebersihan Kota Waisai,” tegas dia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program “Waisai Asri 2026” bukan sekadar lomba, melainkan gerakan perubahan pola pikir dan perilaku. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai teladan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat.
Menurut dia, budaya gotong royong yang dahulu kuat perlu kembali dihidupkan sebagai fondasi dalam menjaga lingkungan.
“Kita harus mulai dari diri kita sendiri. Kalau pemerintah sudah memberi contoh, masyarakat pasti ikut. Ini soal kesadaran dan tanggung jawab bersama,” ujar dia.
Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas di Kota Waisai harus diimbangi dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Waisai ini etalase Raja Ampat. Kalau kotanya bersih dan indah, orang datang akan merasa nyaman. Ini bukan hanya soal lomba, tapi masa depan daerah,” tambah dia.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap tercipta lingkungan kota yang bersih, tertata, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong partisipasi aktif seluruh elemen, mulai dari OPD hingga masyarakat.
Petrus Rabu/MC Raja Ampat