Raja Ampat, InfoPublik- Bupati Raja Ampat Orideko I. Burdam secara resmi melaunching Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Mambo Waswar Raja Ampat di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Raja Ampat, Kamis (12/3/2026).
Dalam sambutannya, Orideko menegaskan bahwa kehadiran YLBH Mambo Waswar menjadi tonggak penting untuk memperkuat pembangunan hukum sekaligus memperluas akses keadilan bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti Raja Ampat.
“Karena itu, kehadiran YLBH Mambo Waswar Raja Ampat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, agar tidak ada masyarakat yang berjalan sendiri dalam menghadapi persoalan hukum,” ujar dia.
Bupati juga menjelaskan bahwa nama “Mambo Waswar” diberikan secara langsung olehnya, dengan makna “lihat, ingat, dan disayangi.” Filosofi ini diharapkan menjadi pedoman agar masyarakat terus mengingat lembaga bantuan hukum sebagai tempat mencari keadilan dengan pendekatan penuh kepedulian dan kemanusiaan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Raja Ampat memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan YLBH Mambo Waswar dan berharap lembaga ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses keadilan serta memberikan edukasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat.
“Kami berharap YLBH Mambo Waswar dapat menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem hukum yang sehat, adil, dan berpihak kepada rakyat,” tambah dia.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan hak ulayat masyarakat adat di tengah pesatnya pembangunan dan investasi di wilayah Raja Ampat.
Ia menekankan bahwa lembaga bantuan hukum akan berperan penting untuk memastikan masyarakat adat tetap memperoleh perlindungan hukum atas tanah, perairan, dan sumber daya alam yang menjadi ruang hidup mereka secara turun-temurun.
YLBH Mambo Waswar Raja Ampat dipimpin Arfan Poretoka, SH, advokat dan praktisi hukum asal Papua Barat Daya yang aktif dalam pendampingan hukum serta advokasi isu-isu publik di Raja Ampat dan Sorong.
Arfan Poretoka menegaskan bahwa seluruh layanan bantuan hukum yang diberikan YLBH Mambo Waswar kepada masyarakat tidak dipungut biaya.
“LBH ini hadir untuk melawan ketidakadilan yang dialami masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak mampu. Kami tidak meminta bayaran dalam menangani kasus masyarakat. Hukum harus hadir untuk membela yang lemah dan melindungi hak-hak masyarakat adat,” tegas dia.
Dengan diresmikannya YLBH Mambo Waswar, diharapkan lembaga ini menjadi pilar keadilan yang kokoh, amanah, dan berintegritas dalam memberikan layanan bantuan hukum kepada masyarakat, sekaligus memperkuat perlindungan hak-hak masyarakat di Kabupaten Raja Ampat.
Penta Nila Juwita/MC Raja Ampat