Raja Ampat, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menerima kunjungan kerja Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, bersama rombongan dalam forum audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Raja Ampat, Senin (9/3/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antardaerah di Tanah Papua sekaligus membuka peluang kerja sama strategis di berbagai sektor pembangunan.
Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, menyampaikan bahwa Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Biak Numfor memiliki sejumlah kesamaan sebagai daerah yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam serta potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata.
“Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Biak Numfor adalah dua kabupaten di Tanah Papua yang memiliki banyak kesamaan. Keduanya sama-sama dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, memiliki potensi kelautan dan pariwisata yang luar biasa, serta memikul tanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua yang bermartabat,” ujar dia.
Ia berharap melalui forum audiensi tersebut kedua daerah dapat saling berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Ia juga membuka peluang terjalinnya kerja sama konkret di berbagai sektor, seperti pariwisata, kelautan dan perikanan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kapasitas sumber daya aparatur.
Sementara itu, Markus Oktovianus Mansnembra, menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut juga bertepatan dengan momentum penerbangan perdana maskapai Wings Air dengan rute langsung Biak–Sorong yang diikuti oleh rombongan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Penerbangan langsung Biak–Sorong dan Sorong–Biak tersebut dijadwalkan beroperasi setiap hari Senin dan Jumat.
Menurut dia, kehadiran rute penerbangan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang didasarkan pada hasil diseminasi Bank Indonesia berupa survei dan data sektor pariwisata.
Berdasarkan hasil survei tersebut, sekitar 76 persen wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat juga memiliki ketertarikan untuk mengunjungi Biak. Namun, minat tersebut sebelumnya terkendala oleh keterbatasan konektivitas transportasi dengan rute perjalanan yang lebih panjang dan memakan waktu.
Dalam kesempatan itu, Mansnembra juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dapat belajar dari pengalaman Raja Ampat dalam mengembangkan sektor pariwisata, kelautan, dan perikanan.
“Kami berharap melalui pertemuan ini Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dapat belajar mengenai promosi dan pengelolaan pariwisata, serta pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Kami berada di Raja Ampat hingga hari Kamis, sehingga kami berharap dapat berdiskusi dan mendapatkan berbagai masukan,” ungkap dia.
Ia menilai kemajuan pariwisata Raja Ampat tidak terlepas dari kombinasi sejumlah faktor penting, antara lain keunikan alam yang luar biasa, strategi branding internasional yang kuat, kebijakan konservasi yang konsisten, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata.
Di sisi lain, Kabupaten Biak Numfor juga dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Tanah Papua. Namun, penguatan promosi, pengelolaan destinasi yang berkelanjutan, serta peningkatan investasi di sektor pariwisata masih perlu terus didorong agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal sebagaimana yang telah dicapai oleh Raja Ampat.
Melalui audiensi tersebut, kedua pemerintah daerah berharap dapat memperkuat sinergi serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua.
(Penta Nila Juwita/MC Raja Ampat)