Raja Ampat, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Papua Barat Daya, menargetkan penataan kawasan Kali Waisai rampung pada 2026. Kawasan yang selama ini dikenal kumuh itu kini tengah ditata menjadi destinasi wisata kota dengan jalur sepeda, pedestrian, area bermain anak, pusat kuliner, hingga wahana air sebagai ruang publik baru bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Mauritz Rumfaker, mengatakan bahwa progres awal sudah terlihat melalui pembangunan jalur sepeda dan trotoar yang mulai menata wajah kawasan.
“Yang dulu terlihat kumuh, kini mulai dibersihkan dan ditata. Jalur sepeda sudah dibangun dan tahun depan kita kembangkan sampai seluruh kawasan menjadi ruang publik yang representatif,” ujar Mauritz di ruang kerjanya, Jumat (5/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa penataan Kali Waisai merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi Bupati dan Wakil Bupati menjadikan Waisai sebagai kota wisata dan gerbang wisata dunia. Ia menyebutkan bahwa berbagai fasilitas rekreasi dan wisata akan ditambahkan pada 2026.
“Pengembangan lanjutan akan dilakukan pada 2026 dengan menambahkan fasilitas rekreasi keluarga, area olahraga outdoor, wahana air, pusat kuliner, serta sejumlah dermaga kecil. Kita targetkan seluruh koridor Kali Waisai menjadi wajah baru Kota Waisai,” katanya.
Terkait keberadaan warga dan pedagang yang selama ini bermukim di bantaran kali, Mauritz menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan rencana relokasi secara bertahap. Ia memastikan bahwa proses relokasi berjalan berlandaskan asas kemanusiaan.
“Sosialisasi berjalan dan pemerintah menyiapkan tempat bagi warga maupun pedagang agar pindah secara manusiawi dan tetap mendapat ruang usaha yang layak,” tegasnya.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai keterbatasan peningkatan jalan lingkungan, Mauritz menilai bahwa penyelesaian jaringan jalan dalam kota akan menjadi prioritas pada 2026 setelah sebagian anggaran 2025 terpakai untuk penataan kawasan kota.
Ia turut menegaskan bahwa rencana hotmix di Perumahan 100 dan beberapa kawasan lainnya tetap masuk agenda. Selain itu, penanganan banjir musiman juga terus ditindaklanjuti melalui pembersihan sedimentasi drainase yang dilakukan tahun ini dan akan dilanjutkan pada 2026 untuk mengurangi risiko genangan.
Dalam momentum Peringatan Hari Bakti ke-80 PU 2025, Mauritz menyerukan agar semangat pengabdian terus menjadi pedoman bagi insan PU.
“Perayaan ini mengingatkan kami sebagai insan PU untuk meneruskan semangat pendahulu: bekerja dengan integritas, keberanian, dan ketulusan. Apa pun yang kita lakukan harus membawa manfaat bagi masyarakat. Itu wujud pengabdian kami untuk Raja Ampat,” ujarnya penuh komitmen.
Saat ditanya mengenai pemerataan pembangunan, Mauritz mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan luasnya wilayah Raja Ampat menjadi tantangan tersendiri. Namun ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya adil melalui penetapan prioritas pembangunan.
“Kalau bicara adil, ya harus adil. Tapi dengan luas wilayah dan keterbatasan anggaran, kita tidak bisa menjangkau semua sekaligus. Yang paling mendesak harus kita sentuh,” jelasnya.
Mauritz kemudian mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“PU tidak bisa bekerja sendiri. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa wujudkan infrastruktur yang menghadirkan keadilan dan menjadikan Waisai sebagai kota wisata dan pintu gerbang Raja Ampat,” pungkasnya.
(Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)