Raja Ampat, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Papua Barat Daya, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus memperkuat komitmen terhadap kesetaraan gender dengan menggelar Sosialisasi Kebijakan Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Gedung Wanita Syalome Syeben, Kota Waisai, pada Jumat (5/12/2025).
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait konsep PUG serta integrasi isu gender ke dalam berbagai kebijakan dan program pembangunan daerah. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memastikan pembangunan yang inklusif, adil, dan memberi manfaat setara bagi perempuan maupun laki-laki.
Sekretaris DP3AKB Raja Ampat, Melki L. Panjaitan, menegaskan pentingnya penerapan prinsip PUG dalam seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Ia menyebut bahwa masih terdapat kesenjangan gender di berbagai sektor yang harus segera diatasi melalui kebijakan yang responsif.
“Perempuan harus mendapatkan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang sama dalam pembangunan. PUG bukan berarti meminggirkan laki-laki, tetapi memastikan bahwa kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan responsif terhadap kebutuhan spesifik perempuan dan laki-laki secara proporsional dan berkeadilan,” ujar Melki.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan PUG bukan hanya menjadi tugas DP3AKB, tetapi merupakan tanggung jawab lintas sektor di seluruh organisasi perangkat daerah. Dengan implementasi yang konsisten, pemerintah daerah optimistis pembangunan di Raja Ampat dapat semakin berkeadilan dan inklusif.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai OPD terkait, antara lain BKPSDM, Dinas Koperasi dan UKM, Disnaker, Dukcapil, BPKAD, Bappeda, serta para pimpinan organisasi dan partai politik. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan komitmen bersama dalam menguatkan koordinasi pelaksanaan PUG di Kabupaten Raja Ampat.
DP3AKB berharap hasil sosialisasi ini dapat mempercepat penerapan PUG secara menyeluruh dan berkelanjutan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
(Penta Nila Juwita / MC Kab. Raja Ampat)