PARIGI MOUTONG, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong memanfaatkan pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-16 Tingkat Kecamatan Siniu sebagai instrumen strategis untuk mencetak karakter sumber daya manusia yang tangguh dan berakhlak mulia.
Kompetisi keagamaan yang dipusatkan di Desa Siniu Sayogindano ini bergulir selama lima hari, 16-20 Oktober 2026.
Ajang adu kefasihan melantunkan teks suci tersebut dirancang selaras dengan penjabaran prioritas nasional terkait pembangunan manusia secara utuh.
Otoritas daerah menetapkan kebijakan untuk menyeimbangkan pesatnya pertumbuhan infrastruktur dan denyut ekonomi dengan kematangan spiritual masyarakat.
Kepala Desa Siniu Sayogindano sekaligus penanggung jawab kegiatan, Sapri Ropolemba, mendata sebanyak 242 peserta berpartisipasi dalam kompetisi religi tersebut.
Ratusan delegasi yang terdiri atas 117 putra dan 125 putri ini merupakan perwakilan dari sembilan desa di kawasan tersebut, diantaranya dari Desa Siniu Sayogindano, Silanga, Marantale, Siniu, Toraranga, Uevolo, Tandaigi, dan Towera.
Mereka bertarung dalam berbagai nomor perlombaan dengan pendampingan langsung dari 18 ofisial resmi.
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menginstruksikan agar seluruh jajaran pemerintahan dan warga tidak mereduksi kompetisi MTQ sebatas arena perebutan piala.
Otoritas eksekutif menuntut agar nilai-nilai kejujuran, keadilan, serta kepedulian sosial yang digemakan dari panggung utama betul-betul diimplementasikan ke dalam urat nadi kehidupan warga sehari-hari.
"MTQ adalah sarana menumbuhkan kecintaan kita terhadap Al-Qur'an dan membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama. Mari kita tidak hanya fasih membacanya, tetapi juga mengamalkannya," tegas Abdul Sahid mengingatkan tanggung jawab moral para peserta.
Guna mencairkan ketegangan kompetisi dan merekatkan kohesi sosial antarwilayah, pembukaan acara ini diawali dengan defile pawai seluruh kafilah yang membelah jalanan utama kecamatan.
Pertemuan akbar para delegasi ini sukses memantik antusiasme warga serta disaksikan langsung oleh jajaran kepolisian, militer, dan tokoh masyarakat setempat. (MC Parigi Moutong/Mirna/Ard)