Lumajang, InfoPublik — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mendorong kader PKK mengembangkan inovasi pemberdayaan keluarga berbasis potensi dan kearifan lokal. Langkah tersebut diperlukan agar pelaksanaan program tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Hal itu disampaikan Dewi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu TP PKK Kabupaten Lumajang di Kantor Kelurahan Ditotrunan, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, setiap desa dan kelurahan memiliki karakteristik, potensi, serta persoalan masyarakat yang berbeda. Karena itu, kader PKK perlu memahami kondisi setempat sebelum merancang program pemberdayaan keluarga.
“Kita harus mampu melihat potensi yang ada di masing-masing desa. Kearifan lokal dapat menjadi kekuatan untuk melahirkan inovasi, sehingga program PKK tidak hanya berjalan, tetapi juga berkembang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Dewi.
Ia menjelaskan, kearifan lokal dapat menjadi modal dalam mengembangkan kegiatan pemberdayaan yang kreatif, mudah diterapkan, dan berkelanjutan.
Pemanfaatan potensi daerah juga dinilai penting dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK agar kegiatan yang dijalankan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga.
Selain itu, Dewi menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara kader PKK, pemerintah desa dan kelurahan, serta pemangku kepentingan terkait.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk menyelaraskan program pemberdayaan keluarga dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.
Dewi juga menilai kedekatan kader PKK dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mengidentifikasi persoalan dan potensi yang ada di lingkungan masing-masing.
Melalui interaksi sehari-hari, kader dapat menghimpun aspirasi warga, mengenali kebutuhan keluarga, serta mengembangkan gagasan kegiatan pemberdayaan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Informasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam perencanaan program sehingga kegiatan PKK tidak hanya berorientasi pada agenda organisasi, tetapi juga menjawab kebutuhan keluarga penerima manfaat.
Dewi berharap seluruh kader terus meningkatkan kreativitas, memperkuat kerja sama, dan memanfaatkan potensi lokal dalam mengembangkan program pemberdayaan.
Melalui pendekatan tersebut, TP PKK Kabupaten Lumajang diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)