Surabaya, InfoPublik – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (PLN UIT JBM) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program pengelolaan sampah organik di Rumah Kompos Gas Insulated Switchgear (GIS) Tandes. Dalam kegiatan tersebut, PLN membagikan 300 kilogram pupuk kompos hasil produksi mandiri kepada warga yang tinggal di bawah bentang (span) 4 antara tower T3–T4 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tandes–Surabaya Barat–Darmo Grande.
Pupuk kompos ini merupakan hasil produksi gelombang kedua dari Rumah Kompos GIS Tandes yang dikelola oleh pegawai dan tenaga alih daya PLN. Sebelumnya, pada gelombang pertama, PLN telah menyalurkan 770,64 kilogram pupuk kompos kepada Dinas Lingkungan Hidup Rayon Taman Barat 2 sebagai dukungan terhadap program penghijauan daerah.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, dalam keterangan tertulis, Senin (3/11/2025), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen PLN terhadap kelestarian lingkungan di sekitar infrastruktur kelistrikan.
“Melalui Rumah Kompos GIS Tandes, kami memanfaatkan sampah organik menjadi produk bermanfaat bagi masyarakat. Pupuk ini bukan hanya simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga wujud sinergi antara PLN dan warga dalam menjaga keberlanjutan ekosistem di sekitar jaringan listrik,” ujarnya.
Ika menambahkan, langkah ini diharapkan memberi dampak positif bagi lingkungan serta menjadi inspirasi bagi unit PLN lainnya untuk terus berinovasi dalam mendukung transformasi hijau.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-80 bertema “PLN Transformation Towards Green.” Melalui program ini, PLN UIT JBM mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat “PLN Hijaukan Negeri.”
Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, program Rumah Kompos juga memberdayakan pegawai dan tenaga alih daya PLN dalam mengelola sampah rumah tangga secara produktif. PLN berharap keberadaan Rumah Kompos dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih hijau serta mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.
“PLN aktif berkontribusi mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) melalui pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos ini diharapkan dapat mendukung pertanian, penghijauan, dan transisi energi bersih,”tambah Ika.(MC Prov Jatim /hjr/eyv)