Raja Ampat, InfoPublik – Gubernur Papua Barat Daya (PBD), Elisa Kambu, secara resmi mencanangkan Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menyasar ibu hamil, bayi, dan balita di Kabupaten Raja Ampat di Puskesmas Waisai, pada Rabu (10/9/2025),
Elisa Kambu menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran dan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk perhatian pemerintah untuk masyarakat. Jangan menunggu sakit baru diperiksa, tapi jagalah kesehatan mulai dari apa yang kita konsumsi. Pemerintah juga telah menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Gunakanlah itu. Jangan tunggu sakit baru datang periksa,” ujar Gubernur Papua Barat Daya.
Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat penerima manfaat.
Program 1000 HPK merupakan inisiatif penting dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas gizi serta kesehatan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Program ini menekankan pentingnya pemenuhan gizi dan layanan kesehatan secara menyeluruh pada masa-masa awal kehidupan, yang merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Program yang dicanangkan tahun ini menyasar sebanyak 962 jiwa, yang terdiri dari 194 bayi, 578 balita, dan 190 ibu hamil berdasarkan data yang dihimpun dari Puskesmas Waisai dan Puskesmas Warsambin.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.057.400.000 yang langsung ditransfer ke rekening Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat dan akan digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk pelayanan gizi, pemantauan pertumbuhan anak, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta edukasi kesehatan masyarakat.
Elisa Kambu juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menjalankan program ini. Keberhasilan program 1000 HPK sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen, terutama dalam menjaga pola makan sehat, mengikuti pemeriksaan kesehatan secara rutin, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga.
Melalui program ini, diharapkan dapat terjadi penurunan angka stunting secara signifikan di Kabupaten Raja Ampat dan Papua Barat Daya secara umum, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus memperluas cakupan layanan kesehatan dasar dan intervensi gizi spesifik serta sensitif, guna memastikan anak-anak di Papua Barat Daya tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (Penta Nila Juwita/MC.Kab.Raja Ampat)