Raja Ampat, InfoPublik – Para pejabat administrator (eselon III) dan pengawas (eselon IV) yang baru dilantik diminta untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas, disiplin, dan loyalitas karena jabatan adalah amanah yang harus dijalankan.
Hal itu disampaikan Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam dalam prosesi pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat administrator dan pengawas di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Raja Ampat, pada Kamis (4/9/2025).
“Jabatan ini adalah amanah. Pegang teguh sumpah dan janji yang sudah diucapkan, karena itu disaksikan bukan hanya oleh pimpinan, tetapi juga oleh Tuhan,” ujar Bupati Raja Ampat di hadapan pejabat yang dilantik.
Orideko menekankan bahwa pejabat administrator dan pengawas merupakan penghubung antara kebijakan strategis pimpinan dengan realisasi kerja di lapangan.
Pejabat juga merupakan penjaga denyut nadi birokrasi agar pemerintahan berjalan sesuai tujuan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial, tetapi momentum penting untuk meneguhkan komitmen. Selain itu, penggunaan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dalam prosesi pelantikan disebut sebagai simbol kepatuhan, kedisiplinan, wibawa, dan kehormatan seorang pejabat negara.
“Penampilan seorang pimpinan adalah cermin kualitas kinerja organisasinya,” tegasnya.
Selain itu, Bupati meminta pejabat yang baru dilantik menempatkan jabatan sebagai alat perjuangan untuk mewujudkan visi “Raja Ampat Bangkit, Produktif untuk Masyarakat Sejahtera”.
Menurutnya, semangat tersebut berarti meninggalkan cara kerja lama yang lamban, menghasilkan kebijakan dan layanan publik yang nyata manfaatnya, serta menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai ukuran keberhasilan.
“Administrator harus mampu mengkonsolidasikan program, membina bawahan, dan menerjemahkan visi-misi kepala daerah ke dalam arah kebijakan. Sedangkan pejabat pengawas bertugas mengawal implementasi program, memastikan disiplin, mengontrol mutu layanan, serta menjaga agar setiap rupiah anggaran benar-benar kembali untuk rakyat Raja Ampat,” jelas dia.
Bupati juga mengingatkan bahwa tugas ke depan tidaklah ringan, tetapi akan terasa lebih mudah jika dikerjakan bersama. “Tugas berat akan terasa ringan apabila kita bekerjasama, sama-sama bekerja, berpegang teguh pada integritas, jujur, transparan, dan taat aturan. Sebagai pejabat pemerintah, mari kita satukan nilai birokrasi modern dengan kearifan lokal Papua,” tandasnya.
Adapun pejabat yang dilantik yakni:
- Paul Karel Lodewijk Mayor sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
- Satisiel Yotisiel Faidan sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
- Muhammad Yamin Maradjabessy sebagai Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial
- Darna sebagai Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Disdukcapil
- Maria Magdalena Watem, Kasubbag Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa, Setda
- Ivana Beatrice Manpioper, S.STP – Kasubbag Keuangan, Disdukcapil
- Mina Yanti Kilwo, SH – Kasubbag Perencanaan, Disdukcapil
- Mulia Amriany, S.STP – Kasubbag Tata Usaha Pimpinan, Staf Ahli dan Kepegawaian, Setda
- Zakarias Erickson Mambrasar, SE – Kasubbag Perlengkapan, Setda
- Yohanis Patris Umalan, S.Psi – Kepala UPTD Pengelolaan Lingkungan, DLH
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Raja Ampat, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, tokoh agama, serta rohaniawan yang memimpin pengambilan sumpah/janji.
Pelantikan berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama serta ucapan selamat dari seluruh jajaran pemerintah daerah kepada pejabat yang baru dilantik. (Penta Nila J/Mc.Kab.Raja Ampat)