- Oleh MC KAB SERDANG BEDAGAI
- Kamis, 6 Maret 2025 | 14:44 WIB
© 2023 - Portal Berita InfoPublik.
:
Oleh MC KAB PEMALANG, Selasa, 25 Maret 2025 | 11:55 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 117
Pemalang, InfoPublik – Wakil Bupati (Wabup) Pemalang, Nurkholes, memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam menekan angka stuting yaitu pemberian ASI eksklusif yang baru mencapai 60 persen, imunisasi dasar balita sebesar 69 persen, serta pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil yang masih berada di angka 70 persen.
“Tak hanya itu, intervensi sensitif juga belum maksimal. Misalnya, bantuan tunai bersyarat bagi pasangan usia subur miskin baru mencapai 23 persen, dan pemanfaatan sumber daya pekarangan untuk peningkatan gizi hanya 32 persen,” kata Wabup di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kabupaten Pemalang pada Rabu (19/3/2025).
Selain itu, pendataan yang belum terintegrasi dan lemahnya koordinasi antarinstansi juga menjadi hambatan signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah.
Untuk itu, sejumlah rekomendasi strategis dihasilkan dari diskusi ini, seperti:
Wakil Bupati menekankan bahwa menurunkan angka stunting adalah bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Berdasarkan data aplikasi e-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM), angka stunting di Pemalang menunjukkan fluktuasi. Dari 10,35 persen pada 2021, turun menjadi 8 persen pada 2023, namun kembali naik menjadi 10,3 persen di tahun 2024. Sementara itu, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat penurunan dari 24,7 persen di 2021 menjadi 15,3 persen di 2023.
“Target nasional angka stunting adalah 14 persen pada tahun 2024. Untuk mencapainya, kita perlu intervensi yang lebih terarah, termasuk menentukan desa-desa lokus stunting berdasarkan indikator prevalensi stunting, kemiskinan ekstrem, status sanitasi, dan ketahanan pangan,” jelas Nurkholes.
Pemkab Pemalang juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program percepatan penurunan stunting, seperti IPeKB, Baznas, IDI, serta dunia usaha yang tergabung dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi yang sehat dan cerdas,” seru Wakil Bupati.