- Oleh MC KAB BLORA
- Rabu, 26 Februari 2025 | 21:14 WIB
© 2023 - Portal Berita InfoPublik.
: Di hadapan Bupati dan Forkopimda serta awak media, selaku Ketua Pemuda Pancasila, Munaji mohon maaf karena telah merepotkan. Bertempat di Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu ( 15/1/2025)
Oleh MC KAB BLORA, Kamis, 16 Januari 2025 | 07:51 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 183
Blora, InfoPublik – Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan rasa prihatin atas bentrokan yang melibatkan dua Organisasi Masyarakat (Ormas), Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB) dan Pemuda Pancasila (PP), yang terjadi pada Selasa (14/1/2025).
Dalam upaya meredakan situasi, kedua Ormas sepakat menandatangani surat pernyataan damai yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Blora dan disaksikan Forkopimda.
"Blora adalah wilayah yang terkenal aman dan kondusif. Kami sepakat bahwa perdamaian ini menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang lagi," ujar Bupati Arief Rohman dalam pernyataan resminya di depan rumah dinasnya, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu (15/1/2025).
Bupati Arief Rohman berharap perdamaian ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan di Blora. Ia juga meminta semua pihak, termasuk media, untuk membantu menjaga suasana kondusif. "Blora adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat perdamaian ini demi kemajuan daerah," kata Bupati.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, memaparkan kronologi kejadian yang berlangsung di dua lokasi, yakni Kelurahan Karangjati dan Kecamatan Kunduran.
"Di Kelurahan Karangjati, delapan korban terluka. Sementara di Kunduran, ada empat korban. Dari total 12 korban, 11 orang telah kembali ke rumah, dan satu korban dirawat di RSU Blora dan akan dirujuk ke Rembang," jelas Kapolres.
Kapolres menambahkan bahwa pihaknya telah mengamankan 19 terduga pelaku terkait insiden ini. "Permasalahan ini akan kami proses hingga tahap penyelidikan dan penyidikan. Semoga masyarakat dapat kembali hidup rukun," ujarnya.
Kini kedua pimpinan Ormas diminta menyampaikan pernyataan permohonan maaf kepada masyarakat. Dan menandatangani surat perdamaian bermeterai, yang turut ditandatangani oleh Bupati dan Forkopimda Blora sebagai saksi.
Ketua Pemuda Pancasila Blora, Munaji, menyatakan komitmennya untuk menjaga kondusivitas wilayah Blora.
"Kami berkomitmen, kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir. Mulai detik ini, kami siap menciptakan Blora yang aman dan damai," ujar Munaji.
Ketua GRIB Jaya Blora, Sugiyanto, juga menyambut baik kesepakatan damai ini. "Saya menerima itikad baik Mbah Mun. Mari kita lupakan kejadian kemarin dan bersama-sama menciptakan Blora yang sejuk dan damai," tuturnya.
(MC Kab.Blora/Vinna)