Dukung Inovasi Dikbud, Bupati Sumbawa Barat Teken SK Go Jamu Sumbar

:


Oleh MC KAB SUMBAWA BARAT, Selasa, 5 Desember 2023 | 07:01 WIB - Redaktur: Kusnadi - 97


Sumbawa Barat, InfoPublik – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. W. Musyafirin akhirnya menandatangani Surat Keputusan (SK) penggunaan aplikasi berbasis digital Guru Alo Jango Murid Sumbawa Barat (Go Jamu Sumbar) yang saat ini tengah dikembangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa Barat. SK itu ditandatangani langsung Bupati Sumbawa Barat, Senin (11/4/2023).

‘’Alhamdulillah, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah terhadap terobosan inovasi, SK untuk Go Jamu Sumbar ini sudah ditandatangani Bupati,’’ jelas Kepala Dikbud Sumbawa Barat, Khusnarti, Senin (4/11/2023).

Go Jamu Sumbar merupakan salah satu strategi kebijakan peningkatan budaya literasi digital guru. Strategi ini memanfaatkan dunia digital untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.

‘’Pengembangan literasi digital ini menjadi sangat penting. Ini merupakan inovasi kita dalam memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada,’’ paparnya.

Aplikasi berbasis digital ini mengusung kearifan lokal. Aplikasi ini nantinya akan dilengkapi berbagai fitur menarik. Khusnarti mengaku, ada delapan fitur yang nanti akan muncul dalam aplikasi tersebut. Di antaranya fitur presensi, setiap siswa yang mengakses web atau aplikasi ini nanti akan diabsen. Dari sekolah mana, nama siswanya siapa dan buku yang cari jenisnya apa.

‘’Fitur ini sebagian kami migrasikan dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi lebih sederhana, tidak ribet ketika nanti diakses oleh siswa atau guru,’’ katanya.

Fitur yang diintegrasikan ke dalam web mini milik Dikbud Sumbawa Barat berisi buku paket dari kurikulum 13 (K13), kurikulum merdeka belajar.

‘’Ke depannya, anak-anak ini tidak perlu beli buku, cukup mengakses web mini yang kita buat, semua jenis buku yang dibutuhkan ada di situ dalam bentuk PDF,’’ urainya.

Fitur lain dari web Kemendikbud yang ikut diintegrasikan dalam web mini ini adalah pusat Bahasa Indonesia. Buku-buku dongeng atau fiksi yang biasa dibaca siswa saat jam istirahat juga bisa diakses secara gratis dalam web mini Dikbud Sumbawa Barat.

‘’Ada pertanyaan bagaimana mengakses web Go Jamu Sumbar, itu cukup mudah, cukup melalui Hp,’’ paparnya.

Akses melalui Hp diakuinya paling mudah dan memungkinkan bagi siswa saat ini. Sebab, alat komunikasi canggih ini hampir dimiliki semua siswa.

‘’Kita sudah terbitkan surat edaran, memperbolehkan siswa membawa Hp ke sekolah. Dengan catatan saat akan digunakan, wali kelas, guru atau tenaga pendidik mengawasi secara cermat,’’ tandasnya.

Penggunaan Hp di sekolah diakui awalnya sebuah hal yang dianggap tabu. Bahkan masih cukup banyak pihak menganggap penggunaan Hp oleh siswa di sekolah akan berdampak negatif, terutama konten-konten negatif yang mungkin saja diakses bebas oleh siswa.

‘’Penggunaan Hp dibatasi, tidak bebas. Hp baru akan digunakan ketika jam pelajaran saja. Demikian juga saat pergantian jam pelajar, Hp tersebut harus diserahkan ke guru mata pelajaran selanjutnya,’’ paparnya lagi.

Fitur lain yang akan disematkan adalah Pusat Layanan Pendidikan. Nantinya siswa bisa mengakses kisi-kisi soal untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

‘’Ini sekaligus sebagai simulasi, persiapan anak-anak mengikuti UNBK. Ini juga bisa memangkas waktu pelatihan bagi anak-anak. Karena setiap saat, mereka bisa belajar dari web mini tadi,’’ tandasnya.

Web mini ini nantinya juga akan disematkan khusus untuk galeri. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Dikbud maupun seluruh sekolah yang ada di Sumbawa Barat.

‘’Tujuannya apa, kita memberikan ruang sekolah untuk melakukan berbagai kegiatan atau inovasi dalam pembelajaran, sehingga nanti bisa diakses atau dibaca dan ditiru sekolah lain,’’ tukasnya.

Ia mengakui, era digital saat ini juga berkaitan dengan penggunaan media sosial seperti facebook, intagram maupun twiter. Termasuk penggunaan youtube dan beberapa aplikasi medsos lain termasuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

‘’Aturan-aturan terkait pendidikan, surat menyurat, pengumuman dan lain sebagainya bisa diakses dalam web mini ini. Misalnya, syarat kenaikan pangkat, tak perlu lagi ke Badan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) cukup akses web mini dari Dikbud,’’ paparnya lagi.

Nantinya juga dibarengi dengan pembuatan video-video inspiratif. Bisa terkait metode atau inovasi baru dalam pembelajaran.

‘’Bagaimana praktek baik dalam kelas itu bisa dikirim dalam web ini. Intinya, kehadiran aplikasi ini memudahkan dan tidak ribet,’’ katanya lagi.

Kehadiran web mini ini diakuinya akan mempermudah dan mempercepat semua akses yang dibutuhkan. Kemajuan teknologi yang pesat saat ini secara tak langsung memaksa semua pihak harus mampu berinovasi.

‘’Ke depan atau jangka panjang, web mini yang kami susun ini bisa menjadi web satu pintu bagi semua kebutuhan di dunia pendidikan. Termasuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga bisa diakses dan diketahui melalui web tadi,’’ tutupnya. (MC Sumbawa Barat).

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Eko Budiono
  • Sabtu, 13 Juli 2024 | 09:30 WIB
Kemendagri Ingatkan Pemda soal Pelayanan Publik
  • Oleh Eko Budiono
  • Jumat, 12 Juli 2024 | 11:12 WIB
Kunker ke Riau, BKSDN Kemendagri Bahas Strategi Replikasi Inovasi
  • Oleh Eko Budiono
  • Jumat, 12 Juli 2024 | 10:38 WIB
Pelayanan Publik Berkualitas, Kemendagri Ingatkan Inovasi
  • Oleh Fatkhurrohim
  • Jumat, 12 Juli 2024 | 06:07 WIB
PPID Garda Terdepan Keterbukaan Informasi Publik
  • Oleh MC PROV GORONTALO
  • Rabu, 10 Juli 2024 | 08:43 WIB
Recak Digital Masuk Dalam Materi Panduan MPLS