Raja Ampat, InfoPublik- Guna mewujudkan kebijakan dan program yang tepat sasaran dan berlandas pada kebutuhan masyarakat, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset dan penelitian di kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya.
“Ada enam tema riset yang kami lalkukan di antaranya, penanggulangan kemiskinan ekstrem, pemberian bantuan modal usaha bagi Orang Asli Papua tanpa bunga, tunjangan Lansia untuk penangulangan kemiskinan, pengembangan literasi kelas awal dan model pemberian beasiswa bagi Orang Asli Papua,” ujar Ketua Tim Riset Kolaborasi BRIN dan Bapperida Papua Barat Daya, Prof. Dr.Mohammad Mulyadi di Kantor Bupati Raja Ampat, Kamis (21/9/2023).
Dijelaskannya, tujuan tersebut agar kebijakan yang disusun Pemprov Papua Barat Daya, khsusunya Raja Ampat untuk memberikan hasil riset sesuai dengan evident, data dan fakta sehingga ketika pimpinan daerah mengambil kebijakan itu berbasis riset
Karena itu dirinya menjelaskan kehadirian tim BRIN di Raja Ampat untuk mengali informasi dari OPD dan dan pemangku kepetingan yang beririsan dengan pelaksanaan riset. Dan riset tersebut dilakukan di satu kota dan lima kabupaten di Papua Barat Daya.
Dirinya berharap setidaknya pemerintah Kabupaten Raja Ampat sebelum menetapkan sebuah kebijakan hendaknya ketika merumuskan berdasarkan hasil kajian agar menetapkan atau melaksanakan program benar tepat sasaran dengan kebutuhan masyarakat Raja Ampat.
“Manfaat kajian sesungguhnya adalah mengetahui apa yang menjadi kebutuhan, identifikasi penyebab masalah dan strategi menanggulangi masalah tersebut,” tambahnya.
Terkait kemiskinan ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah di Papua Barat Daya, dan khususnya di Raja Ampat, Prof. Dr.Mohammad Mulyadi menjelaskan perlu penanganan serius dan perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena penanggulangan kemiskinan, kata dia tidak hanya pemerintah kabupaten tetapi juga harus ada dorongan individu masyarakat, terutama merubah mindset atau cara berpikir untuk hidup yang punya daya untuk menangani kemiskinan pada diri individu masyarakat.
Demikian juga terkait stunting. Dirinya mengakui mengatasi stunting diperlukan peran ibu-ibu untuk memberikan model pola makan, pola asuh yang baik bagi anak-anak. Dan masalah stunting katanya perlu kerja sama semua pihak.
Kunjungan BRIN dan Bapperida Papua Barat Daya tersebut disambut baik Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Asisten I Setda Raja Ampat, Drs. Mansur Syahdan yang mewakili Bupati Raja Ampat mengakui kedatangan tim riset tersebut memberi konstribusi positif bagi pembangunan Raja Ampat. Dirinya berharap apa yang menjadi hasil riset BRIN dan Bapperida Papua Barat Daya tersebut akan meningkatkan mutu dan kualitas perencanaan pembangunan di Raja Ampat. (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)