Jakarta, InfoPublik – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengapresiasi inisiatif Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar Wirasena Youth Camp sebagai wadah pembinaan kepemimpinan generasi muda. Program tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon pemimpin masa depan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Apresiasi itu disampaikan Akhmad saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) pada hari kedua Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Gedung Teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
Dalam pemaparan bertajuk “From Youth Camp to National Leadership Pipeline”, Akhmad menjelaskan pentingnya pembinaan dan pengembangan kapasitas pemuda sebagai bagian dari proses menyiapkan kepemimpinan nasional.
Ia menilai Wirasena Youth Camp yang digagas Kemenpora dapat menjadi ruang pembelajaran dan pelatihan kepemimpinan bagi generasi muda, sebagaimana semangat yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Erick Thohir bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menginisiasi kegiatan ini, yang bisa menjadi kawah candradimuka pelatihan kepemimpinan di tingkat pemuda seperti yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan,” ujar Akhmad.
Pemuda Penentu Indonesia Emas 2045
Dalam forum tersebut, Akhmad mengaitkan sejarah Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda II 1928 dengan tantangan kepemudaan saat ini. Menurutnya, semangat persatuan dan peran pemuda dalam perjalanan bangsa perlu diterjemahkan ke dalam kontribusi nyata di berbagai bidang pembangunan.
Ia juga memaparkan sejumlah regulasi kepemudaan untuk mendorong pemahaman generasi muda mengenai hubungan, hak, dan tanggung jawab mereka terhadap negara.
Akhmad menyoroti besarnya jumlah generasi milenial dan generasi Z yang disebut mencapai hampir 67 persen penduduk Indonesia. Komposisi tersebut menjadikan kedua generasi itu memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan nasional.
“Artinya penentu negara ke depan ini adalah generasi milenial dan generasi Z, jumlahnya hampir 67 persen. Maka yang duduk di depan saya inilah yang nanti akan menentukan Indonesia Emas 2045 terwujud atau tidak,” ungkapnya di hadapan peserta Wirasena Youth Camp dan para pelajar.
Menurut Akhmad, besarnya bonus demografi harus diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk kemampuan memimpin, berinovasi, dan menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.
Karena itu, pelatihan kepemimpinan bagi pemuda perlu diarahkan agar melahirkan generasi yang adaptif dan inovatif. Pemuda juga diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi mampu mengambil peran dalam mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Kemendagri Siap Kolaborasi di 514 Kabupaten/Kota
Untuk memperluas pembinaan kepemudaan, Akhmad menyatakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siap berkolaborasi dengan Kemenpora dalam memperkuat program kepemudaan di daerah.
Ia menjelaskan, Kemendagri berperan sebagai pembina umum kepemudaan, sedangkan Kemenpora menjalankan pembinaan teknis. Pembagian peran tersebut dinilai dapat menjadi dasar penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Kami mengajak dan bersedia untuk berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk turun ke daerah, ke 514 kabupaten/kota. Untuk memberdayakan pemuda yang ada di daerah, sehingga mereka ini benar-benar punya media untuk mengembangkan dirinya, untuk menyampaikan aspirasinya,” tegas Akhmad.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi pemuda di daerah untuk mengembangkan kapasitas, menyampaikan aspirasi, serta terlibat dalam proses pembangunan sesuai potensi dan kebutuhan wilayahnya.
Selain menyampaikan materi dalam forum utama, Akhmad bersama Menpora Erick Thohir juga mengunjungi sejumlah stan kepemudaan di area IYS 2026. Keduanya berinteraksi dengan para peserta dan komunitas pemuda serta memberikan motivasi agar generasi muda terlibat aktif dalam pembangunan bangsa.
Melalui Wirasena Youth Camp dan kolaborasi lintas pemerintahan, pembinaan kepemimpinan diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi kesempatan bagi pemuda untuk berkontribusi di lingkungan masyarakat hingga tingkat nasional.