Jakarta, InfoPublik - Penguasaan bahasa dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan, meraih beasiswa, hingga membuka peluang usaha. Berangkat dari keyakinan itu, Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, membangun program pendampingan yang membantu anak muda Indonesia mempersiapkan masa depan.
Fira merupakan pendiri sekaligus CEO TILBu Indonesia, singkatan dari Teknologi Inovasi Literasi dan Budaya Indonesia. Berdiri sejak 2023, lembaga tersebut menyediakan pembelajaran bahasa Turki, Arab, dan Inggris. TILBu juga membuka pelatihan bahasa Indonesia bagi pelajar dan mahasiswa internasional, termasuk peserta dari Brasil dan Pakistan.
Namun, layanan yang dikembangkan Fira tidak berhenti pada pembelajaran bahasa. TILBu turut mendampingi pemuda yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri, termasuk mempersiapkan persyaratan beasiswa. Bagi mereka yang ingin membangun usaha, TILBu menyediakan pelatihan dengan pendampingan tutor berpengalaman.
Sekitar 300 siswa dan pemuda di Indonesia telah mengikuti bimbingan tersebut. TILBu juga memberikan bantuan berupa beasiswa sertifikat bahasa dan biaya hidup bagi mahasiswa yang membutuhkan.
“Kami membantu menyadarkan pemuda-pemudi Indonesia bahwa pendidikan tinggi itu sangat penting, karena pendidikan adalah fondasi seseorang untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Fira
Mengubah Kebingungan Menjadi Langkah Nyata
Gagasan Fira berangkat dari persoalan yang masih dihadapi sebagian anak muda: kebingungan menentukan arah setelah menyelesaikan pendidikan. Ada yang ingin melanjutkan kuliah, tetapi belum mengetahui cara memperoleh beasiswa. Ada pula yang tertarik berwirausaha, tetapi belum memahami tahapan untuk memulai.
Melalui gagasan “Pemuda Tumbuh”, Fira ingin membantu mereka mengenali pilihan, menyusun rencana, dan mengambil langkah sesuai kebutuhan serta kemampuan masing-masing.
Pendampingan dilakukan secara bertahap. Peserta yang belum menguasai bahasa memulai pembelajaran dari dasar. Mereka yang mengejar beasiswa dibimbing menyiapkan esai dan persyaratan pendaftaran hingga memperoleh surat penerimaan atau letter of acceptance (LoA) dari universitas.
Sementara itu, pemuda yang ingin berwirausaha mengikuti tahapan inkubasi dan akselerasi. Mereka juga dihubungkan dengan mentor untuk memperoleh arahan dalam mengembangkan usaha.
Pendekatan tersebut menempatkan pendidikan dan kewirausahaan sebagai dua jalur yang dapat membantu pemuda membangun kemandirian. Bukan sekadar memberikan pelatihan, pendampingan diarahkan agar peserta memiliki tahapan yang lebih jelas untuk mencapai tujuan.
Memperluas Gagasan di Wirasena Youth Camp
Fira membawa gagasan itu ke Wirasena Youth Camp 2026, program yang diikuti 168 pemuda terpilih dari 38 provinsi. Keikutsertaannya menjadi kesempatan untuk mempertajam rancangan program sekaligus membangun jejaring dengan pemuda dari berbagai daerah.
Selama mengikuti kegiatan, Fira memperoleh pembelajaran mengenai penyusunan tahapan program, pengelolaan waktu, pengendalian stres, dan kemampuan mendengarkan. Gagasan para peserta juga dibahas untuk memastikan program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Pertemuan dengan pemuda yang memiliki pengalaman dan latar belakang berbeda membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Bagi Fira, jejaring tersebut penting agar upaya memperluas akses pendidikan dan mengembangkan ekonomi pemuda tidak berhenti ketika kegiatan camp berakhir.
“Dampak yang kami lakukan tidak hanya fokus pada jadwal yang sudah ditentukan, tetapi akan berkelanjutan, mungkin hingga akhir hayat. Karena ini adalah fondasi bangsa,” katanya.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari program berskala besar. Pendampingan yang konsisten, akses terhadap informasi, dan hubungan dengan mentor dapat menjadi bagian dari upaya membantu pemuda mengambil keputusan untuk masa depannya.
Dari Jawa Barat untuk Indonesia
Fira berharap Wirasena Youth Camp terus melahirkan generasi muda yang mampu menghadirkan manfaat bagi daerah masing-masing dan berkontribusi bagi Indonesia, termasuk melalui kolaborasi lintas wilayah.
Bagi TILBu, pengembangan program tetap berfokus pada Jawa Barat sekaligus membuka peluang menjangkau lebih banyak pemuda di berbagai daerah. Harapannya, semakin banyak anak muda yang memperoleh akses pembelajaran bahasa, pendampingan beasiswa, dan penguatan keterampilan usaha.
Wirasena Youth Camp 2026 diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 21–31 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di kawasan Taman Ismail Marzuki dan sejumlah lokasi pendukung di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda.
Melalui gagasan “Pemuda Tumbuh”, Fira ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar, melanjutkan pendidikan, dan membangun usaha tidak berhenti pada mereka yang sudah mengetahui jalannya. Kesempatan itu perlu dibuka lebih luas, agar semakin banyak pemuda berani menentukan arah dan bertumbuh bersama Indonesia.