Depok, InfoPublik – Pemerintah menegaskan dukungan kepada keluarga jurnalis merdeka.com Arie Basuki yang hingga kini belum ditemukan setelah insiden hilangnya kapal di perairan sekitar Pulau Anak Krakatau. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan pemberian tali asih kepada keluarga Arie Basuki di Cinere, Depok, Jumat (25/9/2026).
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya mewakili Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan empati pemerintah kepada keluarga Arie Basuki serta keluarga jurnalis, awak kapal, dan pemandu yang masih dalam penantian.
Fifi mengatakan, pemerintah memahami beratnya masa penantian yang dihadapi keluarga, terlebih setelah operasi pencarian aktif berakhir. Karena itu, perhatian pemerintah terhadap keluarga tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya operasi pencarian. “Kehadiran pemerintah tidak seharusnya berhenti ketika operasi pencarian aktif berakhir,” ujar Fifi.
Menurutnya, tali asih yang disampaikan pemerintah tidak dimaksudkan untuk menggantikan kehilangan yang dialami keluarga. Namun, dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas agar keluarga mengetahui bahwa mereka tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri.
Fifi berharap informasi atau petunjuk baru terkait keberadaan para korban dapat kembali ditemukan. Pemerintah, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memastikan setiap informasi yang berkembang disampaikan secara akurat dan hati-hati dengan tetap menghormati kondisi keluarga.
Di tengah ketidakpastian tersebut, keluarga Arie Basuki masih menyimpan harapan agar pencarian dapat dilanjutkan. Sri Damayati, istri Arie Basuki, mengatakan keluarga berharap penyisiran dapat kembali dilakukan, terutama ke sejumlah wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang berada di sekitar lokasi kejadian. “Jejak mereka belum ditemukan. Jadi saya berharap masih ada pencarian kembali,” ujar Sri.
Menurut Sri, hingga kini belum ditemukan petunjuk yang dapat memastikan keberadaan suaminya. Penemuan salah satu korban, menurut dia, justru membuat keluarga berharap pencarian terhadap korban lainnya dapat kembali diperluas.
Keluarga juga mendapat bantuan pencarian secara informal dari relawan dan nelayan setempat. Sri berharap penyisiran tidak hanya dilakukan di laut, tetapi juga menjangkau wilayah daratan dan pulau-pulau kecil yang tidak berpenduduk.
Ia menyebut sejumlah wilayah yang diharapkan dapat menjadi bagian dari penyisiran, termasuk kawasan Panaitan dan sejumlah pulau kecil di sekitarnya. “Harapan kuat kami, suami saya masih ada di luar sana,” katanya.
Chief Content Officer KapanLagi Youniverse (KLY), Wenseslaus Manggut mengatakan, pihak perusahaan terus berkoordinasi dengan keluarga dan pemangku kepentingan yang berada di lokasi untuk memperoleh perkembangan terbaru.
Ia mengapresiasi upaya pemerintah daerah dan tim pencarian yang menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat terkait kemungkinan keberadaan para korban. Kareinformasi sekecil apa pun tetap ditelusuri oleh tim di lapangan. Hal itu menunjukkan besarnya upaya yang dilakukan untuk menemukan para korban. “Arbas masih ada. Posisi paling pas adalah menanti, menunggu mereka pulang,” ujarnya.
Wenseslaus mengatakan, pihak perusahaan juga terus berkomunikasi dengan unsur pencarian, termasuk Basarnas dan kepolisian perairan, untuk mengetahui perkembangan terbaru. Perusahaan bersama keluarga tetap berupaya memperoleh informasi mengenai keberadaan Arie Basuki.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik kerap membawa pekerja media ke wilayah dengan tingkat risiko tinggi. Karena itu, keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas perlu menjadi perhatian bersama, seiring pentingnya memastikan masyarakat tetap memperoleh informasi yang akurat, terutama ketika terjadi bencana atau kondisi darurat.