Jakarta, InfoPublik – Timnas Sepak Bola Indonesia akan mengawali kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026). Sebagai tuan rumah Divisi 1, Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi turnamen perdana dengan format dua divisi. Divisi 1 diikuti delapan tim, sedangkan Divisi 2 diikuti enam tim. Pertandingan kedua divisi berlangsung di negara tuan rumah yang berbeda.
Divisi 1 digelar di Indonesia, sementara Divisi 2 berlangsung di Hong Kong, China. Kompetisi Divisi 2 telah dimulai pada Kamis (24/9/2026) melalui pertandingan Laos melawan Brunei Darussalam serta Myanmar menghadapi Timor-Leste.
Pembagian divisi dilakukan dengan mempertimbangkan posisi peringkat FIFA peserta. Tim-tim dengan peringkat lebih tinggi ditempatkan di Divisi 1, sedangkan tim dengan peringkat lebih rendah bertanding di Divisi 2.
Format tersebut membuat FIFA ASEAN Cup 2026 menghasilkan dua juara, yakni juara Divisi 1 dan juara Divisi 2.
Di Divisi 1, enam negara ASEAN bersaing dengan dua negara undangan, yakni Bangladesh dan Pakistan. Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina menjadi enam wakil ASEAN.
Sementara itu, Divisi 2 dihuni lima negara ASEAN, yakni Laos, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, dan Timor-Leste. Hong Kong menjadi satu-satunya peserta undangan sekaligus tuan rumah Divisi 2.
Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Adapun Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Pada fase grup, setiap tim menghadapi seluruh lawannya satu kali. Juara masing-masing grup berhak melaju ke final Divisi 1, sedangkan dua runner-up bertemu dalam pertandingan perebutan tempat ketiga pada 5 Oktober 2026.
Diperkuat Pemain Berpengalaman
Timnas Garuda Indonesia datang ke FIFA ASEAN Cup 2026 dengan komposisi pemain yang berbeda dibandingkan ketika mengikuti Piala AFF 2026.
Sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi Eropa masuk dalam skuad Indonesia, antara lain Kevin Diks, Emil Audero, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Maarten Paes, Dean James, Justin Hubner, Elkan Baggott, dan Nathan Tjoe-A-On. Adapun, pemain seperti Thom Haye, Ivar Jenner, dan Ragnar Oratmangoen yang sebelumnya merintis karier di Liga Eropa kini merumput di Liga Super Indonesia.
Kehadiran pemain yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian menjelang pertandingan pertama Indonesia.
Indonesia juga memiliki pemain yang telah memiliki pengalaman menghadapi lawan-lawan kuat di level Asia. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari modal skuad Garuda dalam menghadapi format kompetisi baru FIFA ASEAN Cup.
Namun, kekuatan individu tidak menjadi satu-satunya faktor dalam sebuah pertandingan. Kesiapan taktik, kondisi pemain, koordinasi antarlini, serta kemampuan membangun kerja sama tim tetap menjadi bagian penting dalam menentukan performa di lapangan.
Pelatih Indonesia, John Herdman, juga memiliki tugas untuk mengintegrasikan pemain dengan latar belakang klub dan kompetisi yang berbeda ke dalam satu sistem permainan.
Pendekatan Herdman selama menangani tim sebelumnya dikenal menekankan pembangunan budaya tim, kohesi, komunikasi, serta tanggung jawab bersama. Aspek tersebut menjadi penting dalam turnamen dengan jadwal pertandingan yang berlangsung relatif singkat.
Persaingan Grup A dan Grup B
Di Grup A, Indonesia menghadapi Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara itu, Grup B mempertemukan Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Berdasarkan peringkat FIFA yang tercantum dalam bahan, Indonesia berada di posisi 118, diikuti Malaysia di posisi 136, Singapura 148, dan Bangladesh 181.
Sementara di Grup B, Thailand berada di peringkat 94, Vietnam 99, Filipina 135, dan Pakistan 198.
Komposisi tersebut membuat persaingan kedua grup memiliki karakter berbeda. Grup A mempertemukan Indonesia dengan Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, sedangkan Grup B mempertemukan Thailand dan Vietnam dalam satu grup bersama Filipina dan Pakistan.
Dengan sistem satu putaran, setiap pertandingan menjadi bagian penting dalam menentukan posisi akhir klasemen. Hanya juara grup yang mendapatkan tiket langsung ke final Divisi 1.
Indonesia akan menjalani pertandingan pertama menghadapi Singapura pada Jumat (25/9). Setelah itu, Garuda dijadwalkan menghadapi Malaysia dan Bangladesh.
Nilai Pasar Skuad
Selain pengalaman pemain, nilai pasar skuad juga menjadi salah satu indikator yang sering digunakan untuk menggambarkan nilai ekonomi pemain dalam sebuah tim.
Berdasarkan data Transfermarkt yang dikutip dalam bahan, nilai pasar skuad Indonesia mencapai sekitar 21,59 juta euro. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Thailand yang tercatat sekitar 9,5 juta euro dan Vietnam sekitar 6,28 juta euro.
Namun, nilai pasar pemain tidak secara langsung menentukan hasil pertandingan. Nilai tersebut lebih mencerminkan valuasi ekonomi pemain berdasarkan sejumlah faktor, termasuk usia, performa, kompetisi tempat bermain, kontrak, dan prospek pemain.
Karena itu, keunggulan dari sisi nilai pasar tetap harus diterjemahkan menjadi performa di lapangan melalui organisasi permainan dan kerja sama tim.
Pengalaman sejumlah pemain Indonesia bermain di kompetisi Eropa juga menjadi bagian dari dinamika skuad Garuda. Di sisi lain, setiap pertandingan tetap menghadirkan kondisi yang berbeda sehingga kesiapan menghadapi lawan menjadi faktor penting.
Fokus pada Pertandingan Pertama
Sebagai tuan rumah, Indonesia akan mendapatkan dukungan langsung dari publik saat menghadapi Singapura di GBK. Pertandingan tersebut menjadi langkah pertama Garuda untuk mengamankan posisi di Grup A.
Setelah pertandingan melawan Singapura, Indonesia akan menghadapi Malaysia dan Bangladesh. Hasil dari tiga pertandingan tersebut akan menentukan posisi akhir Garuda di Grup A.
Jika mampu mengakhiri fase grup sebagai juara, Indonesia akan mendapatkan tiket ke final Divisi 1. Sebaliknya, posisi runner-up membawa Indonesia ke pertandingan perebutan tempat ketiga.
Dengan format baru tersebut, perjalanan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menjadi persaingan untuk meraih trofi perdana, tetapi juga menjadi kesempatan membangun konsistensi permainan dan kerja sama skuad dalam kompetisi internasional.
Bagi Indonesia, pertandingan melawan Singapura menjadi awal dari rangkaian tersebut. Performa pemain, strategi pelatih, dan kemampuan membangun kerja sama tim akan menjadi bagian yang menentukan perjalanan Garuda sepanjang turnamen.