Jakarta, InfoPublik - Pembangunan infrastruktur utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata Tahap 1 di Provinsi Sulawesi Selatan resmi rampung. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 500 liter per detik tersebut siap mendukung layanan air minum bagi 40.000 Sambungan Rumah (SR) atau setara 200.000 jiwa di Kota Makassar serta Kabupaten Maros, Gowa, dan Takalar.
Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU), Dody Hanggodo, mengatakan, pembangunan SPAM merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur pelayanan dasar yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “SPAM bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Dody di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Konstruksi Tahap Satu ini mencakup koneksi air baku, IPA beton 500 liter per detik, reservoir berkapasitas 6.000 meter kubik (m3), serta sistem mekanikal, elektrikal, instrumentasi, dan SCADA. Pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) Regional Mamminasata sepanjang 35,3 kilometer (km) juga telah diselesaikan, terdiri atas jaringan transmisi air curah jalur utara sepanjang 4,03 km dan jalur selatan 31,29 km, termasuk fasilitas pendukung pada titik offtake.
Sumber air baku SPAM Regional Mamminasata dimanfaatkan dari Bendungan Bili-Bili dengan kapasitas total 1.000 liter per detik. Suplai air baku tersebut diolah pada IPA sebelum disalurkan sebagai air curah menuju sejumlah titik offtake di wilayah Mamminasata.
Kapasitas produksi 500 liter per detik pada Tahap Satu diproyeksikan melayani sekitar 40.000 sambungan rumah atau 200.000 jiwa. Pada tahap akhir, pengembangan keseluruhan sistem ditargetkan mencapai 1.000 liter per detik untuk mencakup layanan hingga 80.000 sambungan rumah atau setara 400.000 jiwa.
Pembangunan IPA Tahap Satu menggunakan alokasi APBN dengan nilai investasi Rp153,1 miliar untuk sistem produksi dan Rp160,6 miliar untuk jaringan pipa transmisi air curah. Efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan operasional sistem ini didukung berbagai teknologi canggih.
Salah satunya yaitu penerapan konsep Green IPA melalui pemanfaatan kembali air buangan proses pengolahan. Air dari proses backwash filter dan pengurasan unit sedimentasi ditampung lalu diresirkulasi menuju inlet air baku untuk diolah kembali.
Selain itu, SPAM Regional Mamminasata menerapkan teknologi High Rate Plate Settler pada proses sedimentasi serta sistem Anti Water Hammer menggunakan Surge Anticipating Valve guna melindungi sistem pompa. Seluruh proses pengolahan, pompa distribusi, reservoir, debit air baku dan olahan, hingga kondisi di titik offtake dapat dipantau dan dikendalikan secara terpusat melalui sistem SCADA.
Selesainya pengerjaan infrastruktur utama Tahap Satu kini mendorong pentingnya kesiapan pengelolaan dan pelayanan di daerah agar manfaatnya segera optimal. Keberhasilan SPAM Regional Mamminasata turut ditentukan oleh ekosistem pelayanan, mulai dari kelembagaan pengelola, operasional, jaringan sistem hilir, hingga penyerapan air curah oleh wilayah pelayanan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk UPTD SPAM Regional Mamminasata sebagai lembaga pengelola sistem regional. Kesiapan organisasi, operator, tata kelola, dan perangkat operasional menjadi kunci utama kelancaran pelayanan air bersih bagi warga.
Meskipun sejumlah titik offtake sudah dilengkapi infrastruktur pendukung, penyelesaian sistem hilir seperti reservoir, jaringan distribusi, dan sambungan rumah di beberapa lokasi masih memerlukan penanganan dari pemerintah daerah. Kementerian Pekerjaan Umum terus memberikan dukungan koordinasi dan pendampingan sesuai kewenangannya untuk memastikan keterpaduan pembangunan SPAM Regional Mamminasata.