Jakarta, InfoPublik - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengajak seluruh jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjadikan akhlak sebagai pegangan dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.
Menurut Meutya, perkembangan teknologi digital dan algoritma menghadirkan berbagai manfaat sekaligus tantangan bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan konektivitas dan ekosistem digital harus diarahkan untuk menghasilkan manfaat serta mendorong kebaikan bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri kegiatan santunan anak yatim dan kajian Islami dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. di Masjid Attaqwa Kemkomdigi, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
“Bagaimana caranya kita menang melawan krisis moral yang terjadi ditopang oleh algoritma di dunia digital yang mengganggu dan berdampak kepada warga se-Indonesia bahkan secara global? Jawabannya sudah ada: memperkuat akhlak,” ujar Meutya.
Ia mengatakan, prinsip akhlak dapat menjadi acuan sederhana dalam menjalankan aktivitas maupun mengawasi perkembangan ruang digital. Setiap pemanfaatan teknologi, menurutnya, perlu dilihat dari sisi manfaat dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Ketika kita beraktivitas ataupun kita mengawasi ranah digital, yang paling utama kita lihat adalah ini berakhlak atau tidak? Kalau kita melakukan ini mendukung akhlak yang baik atau tidak?” katanya.
Meutya menekankan pembangunan konektivitas digital tidak boleh berhenti pada upaya membuat masyarakat semakin terhubung. Konektivitas harus memberikan dampak positif melalui pertumbuhan dan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Kita wajib membangun untuk kebaikan. Hak atas informasi yang ujungnya adalah kebaikan. Buat apa kita membangun kalau kemudian negara berpotensi tercerai-berai?” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak jajaran Kemkomdigi untuk memastikan setiap kebijakan dan pembangunan di sektor komunikasi dan digital memiliki tujuan yang jelas, yakni menghubungkan masyarakat, mendorong pertumbuhan, serta menjaga agar dampaknya tetap positif.
Meutya juga mengingatkan bahwa nilai-nilai agama tidak semestinya dipisahkan dari pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan dengan niat dan tujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menebarkan kebaikan.
“Kerja profesional bukan ibadah, nanti ibadah saya dari jam sekian sampai jam sekian. Enggak numpuk-numpuk celengan kebaikan kita karena waktu paling banyak di kantor,” katanya.
Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad saw., Meutya mengajak jajaran Kemkomdigi kembali mengingat empat sifat utama Rasulullah, yakni siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh atau menyampaikan, dan fathanah atau cerdas.
“Kerja harus cerdas, kerja harus jujur, kerja harus amanah, kerja harus menyampaikan ajaran, artinya satu pesan baik pun,” ujarnya.
Ia menilai nilai-nilai tersebut relevan diterapkan dalam pekerjaan sekaligus dalam aktivitas di ruang digital. Menurutnya, setiap individu dapat berkontribusi menyebarkan kebaikan melalui teknologi apabila digunakan secara bertanggung jawab.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Arifin Nugroho menyampaikan bahwa teknologi komunikasi pada dasarnya dapat menjadi sarana untuk memfasilitasi kebaikan. Teknologi memungkinkan masyarakat menjaga silaturahmi, memperoleh informasi, serta memudahkan komunikasi antara anggota keluarga.
Menurutnya, selama tujuan pemanfaatan teknologi adalah memberikan kemudahan dan manfaat bagi masyarakat, maka hal tersebut dapat menjadi bagian dari kebaikan.
“Kita di sini sepakat datang bukan untuk memfasilitasi keburukan. Kita datang ke sini sepakat untuk memfasilitasi kebaikan,” kata Arifin.
Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi untuk memudahkan orang tua mengetahui kondisi anak, menjaga silaturahmi, serta memberikan akses informasi yang bermanfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga mengapresiasi pengurus Masjid Attaqwa Kemkomdigi yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan keagamaan, termasuk kajian dan kegiatan membaca Al-Qur'an.
Ia berharap masjid di lingkungan Kemkomdigi terus dimakmurkan melalui berbagai kegiatan positif yang dapat memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan pegawai.
“Setiap giat baik tentu ini menjadi amalan bagi kita semua,” ujar Meutya.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, Meutya berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas pemerintahan dan membangun ekosistem digital yang memberikan manfaat bagi masyarakat.