Jakarta, InfoPublik - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menegaskan bahwa sektor seni budaya memiliki potensi besar menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui implementasi Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni Budaya, pemerintah berupaya membangun ekosistem yang mampu melahirkan talenta kreatif berdaya saing global sekaligus meningkatkan kontribusi sektor budaya terhadap pembangunan Indonesia.
Sekretaris Utama Kementerian PPN/Bappenas, Teni Widuriyanti, mengatakan selama ini Indonesia memiliki kekayaan seni budaya yang sangat besar, namun belum sepenuhnya dikelola secara terstruktur. Karena itu, MTN Bidang Seni Budaya dirancang untuk memastikan potensi tersebut berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
"Seni budaya tidak hanya relevan dalam memajukan kebudayaan, tetapi menjadi sektor yang sangat strategis untuk meningkatkan produktivitas Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Potensinya sudah ada di depan mata, sehingga harus kita siapkan dan kelola dengan sebaik-baiknya," ujar Teni saat membuka Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurut Teni, penguatan seni budaya sejalan dengan arah pembangunan nasional dan visi Presiden untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, MTN Bidang Seni Budaya diarahkan untuk meningkatkan kualitas talenta kreatif, menghasilkan karya budaya bernilai tambah tinggi, serta memperkuat ekosistem industri kreatif yang mencakup seni rupa, musik, film, seni pertunjukan, kriya, hingga sastra.
Ia menegaskan, sektor seni budaya tidak lagi dipandang semata sebagai ruang ekspresi, melainkan sebagai sektor produktif yang mampu menciptakan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, memperluas pasar kreatif, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. "Selama ini kita sering berbicara mengenai sektor-sektor ekonomi lainnya. Padahal seni budaya merupakan motor pertumbuhan yang potensinya sangat besar dan telah kita miliki. Tugas pemerintah adalah memastikan potensi tersebut berkembang melalui kebijakan yang terstruktur dan berkelanjutan," katanya.
Melalui MTN Bidang Seni Budaya, pemerintah ingin memastikan setiap seniman dan pelaku budaya memperoleh jalur pembinaan yang jelas, mekanisme rekognisi yang layak, serta kesempatan membangun karier secara berkelanjutan. Pengembangan talenta juga dilakukan mulai dari tahap identifikasi potensi, pembinaan, pengembangan kapasitas, hingga penguatan akses terhadap ruang ekspresi dan apresiasi.
Teni menambahkan, Indonesia memiliki modal budaya yang sangat kuat. Keberagaman budaya yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau telah melahirkan berbagai karya dan talenta yang mendapat pengakuan di tingkat internasional, mulai dari musik, film, sastra, seni rupa, hingga seni pertunjukan. "DNA Indonesia adalah seni budaya. Kita memiliki tradisi panjang, keragaman yang luar biasa, serta regenerasi seniman dan budayawan yang terus tumbuh dari generasi ke generasi. Modal kultural inilah yang harus kita transformasikan menjadi kekuatan pembangunan," ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, MTN Bidang Seni Budaya dibangun sebagai kebijakan nasional yang mengintegrasikan proses pengembangan talenta agar tidak lagi berjalan secara sektoral. Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat dalam membangun ekosistem seni budaya yang lebih kuat.
Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan fasilitas seni budaya di daerah, termasuk pembangunan taman budaya sebagai pusat pembinaan, pengembangan kapasitas, ruang berekspresi, dan fasilitasi talenta lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi talenta daerah untuk berkembang hingga tingkat nasional dan internasional.
Menurut Teni, keberhasilan MTN Bidang Seni Budaya akan diukur melalui target dan indikator yang terus ditingkatkan setiap tahun. Dengan ekosistem yang semakin kuat, pemerintah optimistis sektor seni budaya mampu melahirkan lebih banyak talenta berprestasi sekaligus meningkatkan kontribusinya sebagai salah satu engine of growth bagi perekonomian nasional. "Kami berkomitmen terus mengawal implementasi Manajemen Talenta Nasional agar semakin banyak talenta seni budaya Indonesia yang mampu berprestasi di tingkat dunia dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta pembangunan Indonesia," tutup Teni.