Jakarta, InfoPublik – Lembaga Penyiaran Pemerintah (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) didorong bertransformasi menjadi media publik yang modern, profesional, dan mampu memenuhi standar lembaga penyiaran publik di berbagai negara.
Transformasi tersebut dinilai penting agar TVRI tetap menjadi rujukan informasi yang kredibel sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan media di era digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, mengatakan, penguatan TVRI merupakan bagian dari arah kebijakan pemerintah untuk membangun lembaga penyiaran publik yang semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat.
"Salah satu pesan beliau (Presiden PRabowo Subianto) adalah saya mau kantor berita negara, yang disebut adalah TVRI, RRI, dan Antara, itu menjadi bagus, profesional, dan modern seperti layaknya kantor berita negara yang ada di luar negeri," ujar Angga saat membuka Digital Leadership Academy bagi para pimpinan TVRI di Depok, Senin (3/8/2026).
Menurut Angga, transformasi TVRI tidak hanya menyangkut pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga penguatan fungsi media publik dalam menghadirkan informasi yang akurat, utuh, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai TVRI memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penyajian informasi yang edukatif dan mencerahkan masyarakat.
"Keuntungan kita adalah kita harus membangun manusia-manusia Indonesia. Kita harus membangun anak-anak Indonesia agar mereka mendapatkan informasi yang utuh dan jujur," katanya.
Angga Raka Prabowo berharap seluruh jajaran TVRI terus memperkuat semangat pelayanan publik dan meningkatkan profesionalisme agar mampu menjadi acuan informasi bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
"Semangat TVRI kita harus buat lebih baik. Saya yakin Bapak-Ibu semua punya semangat yang sama dan kesadaran bahwa kita ini adalah alat negara. Kita bisa lebih baik, profesional, dan modern menjadi alat negara sebagai acuan informasi," ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pimpinan TVRI untuk mampu menerjemahkan arah pembangunan nasional ke dalam kebijakan redaksi, penyusunan program, pengembangan konten, serta kerja sama kelembagaan.
"Kita harus menerjemahkan filosofi negara dari kebijakan negara hari ini ke dalam kebijakan redaksi, program, konten, dan kerja sama kelembagaan di TVRI," tegas Angga.
Pesan tersebut disampaikan dalam Digital Leadership Academy yang digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan para pimpinan TVRI agar mampu mengakselerasi transformasi organisasi dan menjawab tantangan industri media di era digital dan kecerdasan artifisial.