Jakarta, InfoPublik – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat persiapan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, dengan menuntaskan berbagai kebutuhan teknis, operasional, dan keselamatan penerbangan. Seluruh kesiapan untuk melayani pesawat jet ditargetkan rampung pada 17 September 2026, dengan opsi percepatan sesuai arahan pemerintah agar bandara dapat beroperasi mulai 17 Agustus 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan proses reaktivasi dilakukan berdasarkan kajian operasional dan safety assessment secara menyeluruh guna memastikan seluruh standar keselamatan penerbangan terpenuhi sebelum bandara kembali beroperasi.
"Reaktivasi Bandar Udara Husein Sastranegara akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi penerbangan sipil. Kami telah menyetujui kajian operasional dan safety assessment sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi," ujar Lukman di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan berbagai persiapan pada sisi udara (air side) maupun sisi darat (land side) selama dua hingga tiga pekan terakhir. Kemenhub juga akan berkoordinasi dengan Komandan Lanud Husein Sastranegara untuk menyepakati jadwal pelaksanaan reaktivasi.
Dalam proses tersebut, pemerintah masih menghadapi sejumlah keterbatasan di Bandara Husein Sastranegara, di antaranya luas lahan yang terbatas akibat kepadatan permukiman, panjang landas pacu 2.220 x 45 meter yang tidak memungkinkan diperpanjang, keterbatasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), serta penggunaan bandara secara bersama dengan TNI Angkatan Udara.
Untuk mendukung operasional pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320, Kemenhub menyiapkan peningkatan infrastruktur berupa overlay landas pacu dan taxiway, rekonstruksi apron, peningkatan fasilitas terminal penumpang, serta peningkatan kapasitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) menjadi Kategori 7.
Selain itu, kebutuhan kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) dan personel juga akan dipenuhi melalui mobilisasi aset yang telah tersedia, termasuk pemindahan kendaraan PKP-PK dari Bandara Kertajati setelah berakhirnya operasional pemulangan jemaah haji. Langkah tersebut dilakukan agar reaktivasi dapat berlangsung lebih cepat tanpa memerlukan pengadaan baru.
Kemenhub menyiapkan dua skenario operasional setelah bandara kembali dibuka. Tahap awal memungkinkan Bandara Husein melayani pesawat ATR72-500, penerbangan bisnis (business aviation), dan penerbangan carter. Pada tahap berikutnya, bandara akan melayani pesawat Boeing 737-800 dan Airbus A320 dengan penerapan sistem slot management untuk menjaga kapasitas dan keselamatan operasional.
"Kami berkomitmen agar proses reaktivasi berjalan sesuai standar keselamatan penerbangan internasional. Seluruh persiapan dilakukan secara cermat melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan agar bandar udara dapat kembali memberikan layanan yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat," kata Lukman.
Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diharapkan memperkuat konektivitas transportasi udara di Jawa Barat, meningkatkan aksesibilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. Langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi, dan mendorong pemerataan pembangunan ekonomi antardaerah.