Jakarta, InfoPublik — Penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) kian menunjukkan dampak strategis bagi peningkatan mutu pendidikan nasional. Di Provinsi Lampung, program ini tidak hanya memperkuat kesejahteraan tenaga pendidik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong profesionalisme guru untuk menyukseskan program prioritas pemerintah, yakni Wajib Belajar 13 Tahun.
Program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini dirancang untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh akses pendidikan sejak satu tahun pra-sekolah hingga jenjang menengah. Keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kualitas guru sebagai aktor utama di ruang kelas.
Bagi para pendidik di Lampung, TPG menjadi lebih dari sekadar tambahan penghasilan. Dana tersebut kini dimanfaatkan sebagai investasi pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi murid.
Salah satunya dirasakan oleh Budi Iswanti, guru TK Al Muttaqien, Bandar Lampung. Ia menilai TPG menjadi motivasi kuat untuk terus meningkatkan kapasitas profesional melalui pelatihan, pembelajaran mandiri, dan adaptasi terhadap kebijakan pendidikan terbaru.
Menurutnya, TPG juga membuka akses terhadap sumber belajar yang lebih luas, termasuk pembelian buku referensi, media pembelajaran, hingga langganan internet untuk mengakses platform pembelajaran digital seperti Ruang GTK. “Sebagai guru PAUD, saya ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan berpusat pada kebutuhan anak dengan memanfaatkan media serta sumber belajar dari pemanfaatan TPG,” ujar Budi Iswanti, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (29/6/2026).
Budi menambahkan, penguatan kompetensi guru PAUD sangat penting dalam mendukung implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, terutama karena pendidikan usia dini merupakan fondasi pembentukan karakter, kemampuan literasi awal, serta kesiapan anak memasuki sekolah dasar.
Melalui pendekatan belajar berbasis bermain, pembiasaan literasi, dan penguatan pendidikan karakter, ia berupaya menciptakan pengalaman belajar yang mendorong tumbuh kembang anak secara optimal. “Pembelajaran yang menyenangkan berdampak besar terhadap perkembangan anak. Dengan begitu, mereka menjadi sehat, percaya diri, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang SD,” katanya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Puput Angellica, guru TK Harapan Bangsa Banjarejo, Kabupaten Pringsewu. Ia memanfaatkan TPG tidak hanya untuk menopang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk memperkuat kompetensi profesional melalui seminar, workshop, dan pelatihan pendidikan.
Menurut Puput, Wajib Belajar 13 Tahun merupakan langkah progresif untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas, terutama dengan memastikan seluruh anak mendapatkan minimal satu tahun pendidikan pra-sekolah.
Ia menilai peningkatan kapasitas guru berbanding lurus dengan kualitas pembelajaran di PAUD. Semakin tinggi kompetensi pendidik, semakin besar peluang terciptanya ruang belajar yang kreatif, adaptif, dan ramah anak.
“Hasil dari pelatihan memantik saya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan berpusat pada anak melalui penggunaan media kontekstual. Saya berharap anak-anak semakin senang ke sekolah, karakter mereka terbentuk, dan tumbuh kembangnya optimal,” ujar Puput.
Peningkatan Kualitas Guru
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam transformasi pendidikan nasional.
Fajar menekankan pentingnya peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam mencetak guru dan calon guru berkualitas. Karena profesi guru perlu dikelola dengan standar yang semakin profesional, setara dengan profesi strategis lainnya seperti kedokteran, yang memiliki sistem pendidikan terstruktur, kuota penerimaan yang terukur, serta jalur karier yang jelas.
Dengan penguatan peran LPTK, pemerintah ingin memastikan lulusan pendidikan guru memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan lapangan sekaligus mendapatkan keberlanjutan pengembangan karier. “Peningkatan kualitas guru menjadi prioritas utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karena itu, dukungan LPTK sangat penting untuk menghasilkan guru-guru profesional, kompeten, dan siap mencetak generasi Indonesia yang unggul,” ungkap Fajar.
Penguatan kompetensi guru melalui TPG dan reformasi pendidikan guru melalui LPTK menjadi dua pilar penting dalam transformasi pendidikan nasional. Keduanya diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem pembelajaran yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan tantangan masa depan.
Dengan fondasi guru yang semakin profesional, program Wajib Belajar 13 Tahun tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memastikan setiap anak Indonesia memperoleh pengalaman belajar yang bermutu sejak usia dini.