Jakarta, InfoPublik — Penguatan kualitas generasi muda Indonesia tidak hanya bergantung pada pendidikan dan keterampilan, tetapi juga ditentukan oleh kecukupan gizi sejak usia dini. Karena itu, pemerintah menempatkan pemenuhan gizi sebagai salah satu fondasi utama pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition yang diselenggarakan Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, dalam keterangan persnya Kamis (4/6/2026), menyampaikan pembangunan generasi muda yang berdaya saing membutuhkan dukungan kesehatan dan gizi yang memadai.
Menurutnya, kualitas fisik dan kesehatan generasi muda akan menentukan kemampuan bangsa dalam menghadapi persaingan global pada masa mendatang.
Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk menjawab persoalan mendasar yang masih dihadapi anak-anak Indonesia, yakni kurangnya asupan gizi yang berdampak pada tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Presiden, masih banyak anak berangkat ke sekolah tanpa sarapan dan tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup di lingkungan keluarga. Kondisi tersebut berpotensi memicu stunting yang dapat memengaruhi perkembangan otak, otot, serta kesehatan anak dalam jangka panjang.
"Makan Bergizi Gratis merupakan investasi bagi masa depan bangsa. Anak-anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk belajar, berkembang, dan menjadi generasi penerus yang unggul," ujar Presiden.
Program MBG menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia. Selain meningkatkan kualitas kesehatan anak, program ini juga diharapkan mampu memperkuat kesiapan generasi muda memasuki dunia pendidikan, dunia kerja, serta berbagai sektor produktif lainnya.
Pemerintah menilai investasi pada sektor gizi memiliki dampak jangka panjang terhadap produktivitas nasional. Anak-anak yang tumbuh sehat dan bebas stunting berpeluang memiliki kemampuan belajar yang lebih baik, produktivitas lebih tinggi, serta daya saing yang lebih kuat di masa depan.
Dalam konteks pembangunan kepemudaan, upaya peningkatan kualitas gizi juga sejalan dengan kebutuhan menciptakan generasi muda yang sehat, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi serta dinamika ekonomi global.
Program ini sekaligus mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai fondasi pembangunan nasional.
Pemerintah optimistis kolaborasi antara Badan Gizi Nasional, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat dapat mempercepat tercapainya target penurunan stunting dan peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.
Dengan fondasi kesehatan dan gizi yang kuat, Indonesia diharapkan mampu menyiapkan generasi unggul yang menjadi motor penggerak pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.