Yogyakarta, InfoPublik — Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) terus memperkuat pembinaan olahraga modern pentathlon melalui peningkatan kualitas pelatih. Salah satu upaya konkret dilakukan dengan menggelar Coaching Course Program (CCP) Level 2 internasional dari Union Internationale de Pentathlon Moderne (UIPM) pada 14–18 April 2026 di Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh 29 peserta, terdiri atas 28 pelatih dari Indonesia dan satu peserta dari Malaysia. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelatih dalam mendukung pembinaan atlet yang kompetitif di tingkat internasional.
Sekretaris Jenderal PP MPI, Ridwan Gultom, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang organisasi dalam membangun fondasi pembinaan yang kuat.
“Coaching Course Program Level 2 ini merupakan langkah peningkatan kemampuan SDM pelatih MPI agar mampu mencetak atlet berprestasi,” ujarnya sebagaimana siaran persnya yang diterima InfoPublik, Minggu 19/4/2026).
Pelatihan menghadirkan instruktur internasional level tertinggi dari UIPM, Jasper Liu asal Chinese Taipei. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teknis dan metodologi kepelatihan modern yang sesuai standar internasional.
Program ini ditutup pada Sabtu (18/4/2026) dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus. Berdasarkan evaluasi instruktur, secara umum para pelatih Indonesia menunjukkan hasil yang baik dan memenuhi standar kelulusan.
Dari hasil penilaian, lima peserta terbaik yang menonjol yakni Fathur, Glen, Riyadi, Totok (AAU Yogyakarta), serta Ridwan Gultom.
Jasper Liu menyampaikan apresiasi atas capaian para peserta dan berharap pelatih yang telah mengikuti program ini mampu mencetak lebih banyak atlet modern pentathlon Indonesia yang kompetitif.
“Selamat kepada seluruh peserta. Semoga ke depan dapat melahirkan atlet yang mampu bersaing di level internasional hingga Olimpiade,” ujarnya.
Ketua Umum PP MPI, Purwoko Aji Prabowo, sebelumnya menegaskan bahwa penguatan kualitas pelatih merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan upaya peningkatan prestasi olahraga nasional berbasis pembinaan berjenjang dan penguatan SDM, sekaligus mendukung target Indonesia untuk meningkatkan prestasi di ajang multi-event dunia, termasuk Olimpiade.