Jakarta, InfoPublik – Empat Federasi Nasional hasil transformasi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) menetapkan kalender kegiatan 2026 sebagai bagian dari kewajiban organisasi sekaligus strategi peningkatan prestasi menuju PON XXII/2028 NTT–NTB.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, dalam siaran persnya yang diterima InfoPublik, Selasa, (24/2/2026), Marciano Norman, menegaskan setiap cabang olahraga anggota KONI wajib menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) setiap tahun. “Cabang olahraga atau Federasi Nasional Pordasi hasil transformasi organisasi harus melakukan kewajiban sebagai anggota KONI Pusat, setiap tahun harus ada Rakernas dan Kejurnas,” tegas Marciano.
Federasi Nasional Pordasi Pacu akan membuka agenda 2026 dengan Sumba Cup Pacuan Kuda Road to PON XXII/2028 NTT–NTB pada 22–30 Juni 2026.
Selanjutnya, Kejurnas Seri 1 dijadwalkan 5–9 Juli 2026 dan Kejurnas Seri 2 pada 6–20 September 2026. Agenda ditutup dengan Piala Raja HB X Cup 2026 yang direncanakan berlangsung 15 November di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Berkuda Memanah: Liga Santri dan Kejurnas
Federasi Nasional Berkuda Memanah menggelar Liga Santri Indonesia Seri 1 pada 3–5 April 2026 di Jawa Tengah. Kejurnas III Pordasi Berkuda Memanah dijadwalkan 12–14 Juni 2026 di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Agenda internasional juga masuk kalender, yakni Asian Horseback Archery Championship pada Oktober 2026. Sementara Liga Santri Indonesia Seri 2 akan digelar 7–9 Agustus 2026 di Bali dan Seri 3 pada 4–6 Desember 2026 di Banten.
Federasi Nasional Pordasi Equestrian menyiapkan kejuaraan Asia Friendly Endurance Ride (AFER) Seri 2 pada 25–26 Oktober 2026 di International Endurance Park. Kejuaraan Nasional Equestrian 2026 direncanakan berlangsung pada November.
Sementara itu, Federasi Nasional Pordasi Polo memulai pembentukan dan seleksi tim pada Mei–Juni 2026. Rangkaian pertandingan ekshibisi dijadwalkan berlangsung Agustus hingga September 2026 sebagai bagian dari persiapan kompetitif.
Rangkaian agenda 2026 tersebut dilaporkan kepada KONI Pusat sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi sekaligus komitmen transformasi menuju industri olahraga berkuda nasional yang lebih profesional dan berdaya saing internasional.