Jakarta, InfoPublik — Pemerintah mendorong penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memastikan kebijakan pembangunan berbasis data, riset, dan sains teknologi.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam keterangannya terkait orasi pada Wisuda ke-182 Universitas Sriwijaya (UNSRI) di Kampus Indralaya, Sumatra Selatan, seperti dilansir pada Kamis (12/2/2026).
Menko AHY menegaskan bahwa di tengah dinamika global, mulai dari krisis iklim, disrupsi teknologi, hingga ketidakpastian geopolitik, pemerintah membutuhkan dukungan pemikiran akademik untuk menghasilkan kebijakan yang tepat dan adaptif.
“Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang berbasis data dan sains teknologi. Karena itu, kami siap membuka dan memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik, termasuk Universitas Sriwijaya, untuk mendukung program-program pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan,” ujar Menko Infra.
Ia menilai, perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya dalam mencetak lulusan, tetapi juga sebagai pusat produksi gagasan, inovasi, dan solusi terhadap persoalan pembangunan.
Menurutnya, pembangunan ke depan harus menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan. Infrastruktur, kata dia, harus dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal beton, baja, atau aspal. Kita ingin memastikan setiap proyek infrastruktur benar-benar meningkatkan kualitas hidup manusia,” tambahnya.
Menko AHY juga menekankan bahwa kekuatan utama bangsa Indonesia terletak pada kualitas sumber daya manusia.
“Aset terbesar yang kita miliki bukan sumber daya alam. Dalam jangka panjang, yang paling penting adalah sumber daya manusianya,” tegasnya.
Ia mengingatkan para lulusan bahwa dunia yang akan mereka hadapi penuh ketidakpastian, sehingga dibutuhkan sikap adaptif dan optimisme yang rasional.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa beradaptasi dan menjawab semua tantangan itu dengan optimisme. Optimisme yang realistis, realistic optimism,” ujarnya.
Dengan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan kampus, Menko AHY berharap lahir kebijakan yang tidak hanya responsif terhadap tantangan global, tetapi juga mampu mempercepat transformasi pembangunan nasional berbasis SDM unggul.