Jakarta, InfoPublik - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem mitigasi bencana hidrometeorologi nasional melalui pengembangan radar cuaca non-polarimetrik karya dalam negeri. Inovasi ini dirancang untuk menutup wilayah blank spot yang belum terjangkau radar operasional di sejumlah daerah Indonesia.
Pengembangan radar tersebut didanai melalui program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Perangkat ini bersifat mobile sehingga dapat ditempatkan secara fleksibel di lokasi strategis, khususnya wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat kunjungan kerja ke lokasi riset di Yogyakarta, dalam keterangan BMKG yang dikutip Minggu (8/2/2026), menegaskan pentingnya aspek keselamatan operasional dan perlindungan hukum atas inovasi tersebut. “Pengembangan radar ini harus mengedepankan keselamatan operasional serta memiliki dasar hukum yang kuat melalui paten, agar fleksibel dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menekankan, perlindungan paten yang bersifat universal diperlukan agar teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan diintegrasikan dalam berbagai produk turunan di masa mendatang.
Riset radar cuaca non-polarimetrik telah berlangsung sejak 2020 melalui kolaborasi antara tim periset BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra industri PT Solusi 247. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional dengan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
BMKG memastikan radar ini tidak menggantikan sistem radar eksisting, melainkan berfungsi sebagai instrumen pendamping yang menyediakan informasi cuaca secara real-time bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Setelah melalui tahapan sertifikasi dan standardisasi, BMKG akan mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk agar dapat dimanfaatkan secara luas, termasuk untuk mendukung sistem peringatan dini bencana di daerah.
Pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan teknologi nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan peningkatan cuaca ekstrem. Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan kapasitas talenta lokal dalam menghadirkan solusi teknologi yang berdampak langsung pada keselamatan publik.