Jakarta, InfoPublik — Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya untuk menjaring figur terbaik yang mampu mendorong pertumbuhan industri olahraga nasional secara berkelanjutan. Proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel.
Anggota Pansel Rabin Indrajad Hattari menyampaikan bahwa seleksi ini diarahkan untuk menemukan sosok yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu merumuskan kebijakan strategis yang berdampak langsung pada ekosistem industri olahraga. Hal tersebut disampaikannya saat jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Menurut Rabin, penguatan industri olahraga menjadi salah satu agenda prioritas Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, sebagaimana disampaikan dalam Indonesia Sport Summit. Industri olahraga dipandang sebagai pilar penting dalam meningkatkan daya saing olahraga nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Ia menambahkan, Deputi terpilih diharapkan memiliki kapasitas sebagai policy maker yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga pengembangan industri olahraga dapat berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Seleksi terbuka ini melibatkan panitia dari lintas latar belakang, mulai dari akademisi, profesional, lintas kementerian, hingga internal Kemenpora. Pansel diketuai oleh Gunawan Suswantoro selaku Sekretaris Kemenpora RI, dengan anggota antara lain Chandra Hamzah (akademisi), Susyanto (profesional), Rabin Indrajad Hattari (Sekretaris Utama BP BUMN), Amperawan (Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pemberdayaan Masyarakat), serta perwakilan Sekretariat Dukungan Kabinet Kemensesneg.
Susyanto menegaskan bahwa seleksi ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya Kemenpora membuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya tidak hanya bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga bagi kalangan profesional. Kebijakan tersebut telah memperoleh persetujuan Presiden dan sejalan dengan praktik di sejumlah kementerian lain.
Ia menjelaskan, perluasan ruang seleksi ini bertujuan memperbesar peluang mendapatkan figur dengan kompetensi terbaik. Penentuan akhir akan sepenuhnya didasarkan pada hasil penilaian pansel terhadap kriteria dan kebutuhan organisasi, tanpa membedakan latar belakang ASN maupun non-ASN.
Sementara itu, Chandra Hamzah menekankan bahwa seluruh proses seleksi akan dijalankan dengan prinsip objektivitas, transparansi, dan kehati-hatian, tanpa intervensi dari pihak mana pun. Pansel berkomitmen memilih kandidat yang paling tepat untuk memperkuat tata kelola industri olahraga sekaligus mendorong nilai ekonomi sektor tersebut.
Melalui seleksi terbuka ini, Kemenpora menargetkan hadirnya kepemimpinan baru yang mampu mengakselerasi transformasi industri olahraga nasional agar lebih profesional, kompetitif, dan berdaya saing global.