Jum'at, 28 Maret 2025 1:23:56

Pastikan Keakuratan DTSEN, Kemensos-BPS Lakukan Pengecekan Lapangan

: Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan sambutan saat sosialisasi ground check DTSEN di Kantor BPS, Jakarta, pada Rabu (26/2/2025). (ANTARA/HO-Biro Humas Kemensos)


Oleh Eko Budiono, Rabu, 26 Februari 2025 | 15:06 WIB - Redaktur: Untung S - 94


Jakarta, InfoPublik - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melakukan ground check atau pengecekan lapangan, untuk memastikan keakuratan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pengecekan lapangan itu melibatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), BPS, dan dinas sosial di seluruh Indonesia.

"Yang akan kita lakukan dalam waktu dekat ini adalah ground check, untuk memastikan keberadaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan melengkapi profil sosial ekonomi mereka," kata Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan resmi, Rabu (26/2/2025).

Gus Ipul  menyatakan,  DTSEN bersifat dinamis sehingga pemutakhiran menjadi kunci agar data tersebut tetap akurat dan relevan.

Ia pun menekankan pentingnya peran para pendamping PKH dalam pemutakhiran tersebut.

"Dalam hal ini, peran pendamping PKH sangatlah vital. Saudara sekalian adalah ujung tombak dalam melakukan kroscek verifikasi data serta memfasilitasi pemutakhiran data di tingkat akar rumput," katanya.

Mensos menegaskan, tugas para pendamping PKH dalam pemutakhiran DTSEN meliputi pelaksanaan ground check untuk melengkapi variabel data, memeriksa keberadaan KPM/PM aktif atau tidak aktif, serta melengkapi isian variabel untuk dasar pemeringkatan yang telah ditetapkan oleh BPS.

Setelah itu, lanjutnya, para pendamping PKH melakukan verifikasi lapangan terhadap usul dan sanggah masyarakat, dan memanfaatkan DTSEN untuk mendampingi KPM lebih efektif.

"Oleh sebab itu, agar pemutakhiran data berjalan lancar, setiap pendamping PKH wajib, saya ulang, setiap pendamping PKH wajib, satu, mengikuti pelatihan ground check pemutakhiran DTSEN. Dua, melakukan pembagian wilayah kerja secara profesional. Tiga, menjalin komunikasi aktif dengan BPS dan dinas sosial di daerah. Empat, memberikan data yang sebenar-benarnya. Lima, menjaga kondusivitas di lapangan. Dan enam, menjalankan tugas dengan semangat dan riang gembira," katanya.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Rabu, 26 Maret 2025 | 13:16 WIB
Pemerintah Serahkan Kunci Rumah Bersubsidi untuk Guru di Delapan Provinsi
  • Oleh Eko Budiono
  • Selasa, 25 Maret 2025 | 12:25 WIB
Mensos: Pemerintah Siapkan Dua Opsi Rekrutmen Guru untuk Sekolah Rakyat