Jakarta, InfoPublik - Pemerintah menaruh perhatian besar pada pembangunan wilayah perbatasan sebagai bagian integral dari upaya memperkuat kedaulatan dan kesejahteraan nasional.
Wilayah perbatasan bukan hanya garis pembatas teritorial, tetapi juga berfungsi sebagai etalase bangsa yang menunjukkan wajah Indonesia kepada dunia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia melalui keterangan resmi, Sabtu (17/8/2024).
"Salah satu hasil konkrit pembangunan perbatasan kita adalah hadirnya 15 (lima belas) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang terbentang dari Provinsi Kepulauan Riau sampai Provinsi Papua Selatan," kata Tito.
Menurut Tito, kehadiran PLBN-PLBN tersebut tidak hanya mengubah penampilan fisik kawasan perbatasan menjadi lebih baik, namun juga menaikkan spirit kebangsaan, kebanggaan, dan harga diri bangsa kita dalam berhadapan dengan negara tetangga.
Menurut Tito, pada periode 5 tahun mendatang, yaitu Tahun 2025-2029, PLBN harus mampu mengubah dirinya, khususnya dalam kualitas sistem dan tata kelola pelayanan.
Tito menyatatakan, terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama seperti aspek ekonomi kawasan.
"Kita perlu memperkuat rantai pasok logistik dalam negeri sampai kawasan perbatasan, dan terus mengupayakan peningkatan nilai tambah hasil produk termasuk kerajinan masyarakat perbatasan dan membantu pemasarannya ke negara tetangga," katanya
Selain itu , terkait pengelolaan PLBN, perlu meningkatkan tata kelola pengawasan dan pelayanan di semua PLBN, serta perlu
melakukan risk assessment, baik dalam aspek pengamanan maupun aspek pelayanan.
Dia menambahkan, terkait pelayanan lintas batas negara, yaitu keimigrasian, kepabeanan dan kekarantinaan, masih perlu ditingkatkan
kapasitas lembaga dan personil pelayanan terdepan.